Opini

Ada Ketidak Adilan Menimpa Novia Widyasari Rahayu, Sehingga Dia Nekat Bunuh Diri

Ada Ketidak Adilan Menimpa Novia Widyasari Rahayu, Sehingga Dia Nekat Bunuh Diri
Sosiolog Universitas Indonesia Timur Makassar. (Foto: Dok. Anshar)

Oleh: Anshar Aminullah (Sosiolog Universitas Indonesia Timur)

Peristiwa bunuh diri Novia Widyasari Rahayu ini memang cukup menguras emosional siapapun khususnya kaum perempuan. Ada semacam ketidak adilan dan diskriminasi berlebih yang sepertinya telah menimpa mendiang Novia ini.

Dalam beberapa pemberitaan media dituliskan bahwa Novia terpaksa melakukan bunuh diri akibat kecewa bercampur malu berat pada keluarga oleh karena tak kunjung mendapatkan niatan baik dari sang kekasih untuk melamarnya.

Baca juga: Proses Cepat yang Membuat Masyarakat Tertarik dengan Pinjaman Online

Padahal Novia tengah berstatus berbadan dua usia 4 bulan. Dari pengakuan pihak keluarga, disinyalir yang bersangkutan mengalami depresi, ini terungkap dari keterangan sang ibu yang mengaku pernah membawa Novia ke Rumah Sakit Jiwa untuk konsultasi.

Depresi yang dideritanya ini  sempat membaik lalu akhirnya muncul lagi oleh karena stimuli akibat peristiwa meninggalnya ayahnya dan kuliahnya yang tak kunjung kelar.

Tekanan rasa malu dan sindiran keluarga pun besar kemungkinan menjadi salah satu penyumbang stimuli ke niatan yang bersangkutan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Mengatasi Obesitas dengan Pola Hidup Sehat dan Gizi Seimbang Ala Rasulullah

Puncaknya saat dia meminum Potasium yang dicampurkan dengan sebuah minuman. Yang sangat dramatis dan cukup ironi adalah hal tersebut dilakukan disamping makam sang Ayah.

Apa yang terjadi pada Novia ini besar kemungkinan adalah bunuh diri egoistik, bunuh diri semacam ini merupakan hasil dari suatu tekanan yang berlebihan pada individualisme atau kurangnya ikatan sosial yang cukup dengan kelompok sosial di sekitar pelaku bunuh diri.

Namun hal ini justru bisa berdampak pada lahirnya solidaritas yang cukup kuat pada kaum perempuan di Indonesia untuk lebih giat lagi melawan segala bentuk diskriminasi pada kaum hawa.

Hal lain berupa efek domino dari solidaritas ini, yakni tentu saja adalah tingkat kepercayaan terhadap institusi polri akan mengalami penurunan, meski tak signifikan, namun butuh waktu untuk mengembalikannya.

Baca juga: Mempertaruhkan Pemasyarakatan, Konseptual dan Praktiknya

Dan ini pasti akan menambah PR dalam institusi Kepolisian. Meskipun pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka melakukannya secara personal, namun tetap saja tubuh kepolisian akan terkena getahnya.

Hukuman yang telah menanti pelaku mungkin bisa mendatangkan kepuasan bagi sebagian  masyarakat kita, namun jejak peristiwa ini selain menjadi spirit perjuangan bagi kaum perempuan untuk selalu melawan tindak kekerasan seksual bagi kaumnya.

Ini juga akan menjadi kontrol sosial sekaligus alarm bagi kita, bahwa norma-norma dalam masyarakat  kita telah mengalami pergeseran yang cukup jauh dan kita perlu segera membenahinya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Andi Nasution - 17 January 2022 | 20:04 WIB
Pemko Medan saat ini memiliki 20 ribuan dosis vaksin lanjutan (booster) yang akan diprioritaskan kepada lansia yang sudah dua kali disuntik vaksin.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:50 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Riko Sunarko beserta pejabat Polrestabes Medan lainnya terancam mendapat sanksi tegas jika terima suap narkoba.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:38 WIB
Jokowi menyempatkan diri untuk berbincang-bincang bersama para pedagang pasar yang mendapatkan bantuan.
News
Rio Anthony - 17 January 2022 | 18:34 WIB
Dua perampok rumah warga berinisial ZN dan IJF di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap polisi.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:25 WIB
Terkait dengan pemberangkatan jamaah haji dari Kabupaten Cirebon, Imron mengaku masih menunggu keputusan dari pusat.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkemungkinan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Wali Kota Bekasi Pepen.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:17 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan 11 konflik besar yang terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa karena ketidakadilan.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:56 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi pelaporan yang dilakukan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun terhadapnya ke KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:43 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk meniadakan daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia ditengah Omicron merajalela
News
Fernandho Pasaribu - 17 January 2022 | 17:41 WIB
BNN RI berhasil mengungkap kasus kejahatan narkotika dengan barang bukti sabu jaringan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau.
Loading ...