Alur

Andi Rian Diduga Peras Pelapor Kasus Richard Mille, KPUHD: Kok Dipromosikan Jadi Kapolda?

Andi Rian Diduga Peras Pelapor Kasus Richard Mille, KPUHD: Kok Dipromosikan Jadi Kapolda?
Kapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Komite Pengacara Untuk HAM dan Penguatan Demokrasi (KPUHPD), Abusaid Pelu menyoroti pengangkatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi sebagai Kapolda Kalimantan Selatan.

Apa sih prestasinya dia (Andi Rian) dibanding yang lain, yang kerja dalam diam, yang tidak asal senang?

Ia mempertanyakan kebijakan tersebut lantaran mantan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim itu merupakan sosok yang kontroversi.

Abusaid menyinggung dugaan keterlibatan Andi Rian Djajadi dalam kasus pemerasan oknum polisi terhadap Tony Sutrisno, pelapor penipuan arloji Richard Mille yang mengaku diperas 19 ribu dolar Singapura.

"Kenapa sih orang-orang yang selama ini oleh publik penuh dengan kontroversi, kok dipromosikan lagi jadi Kapolda? Apa sih prestasinya dia (Andi Rian) dibanding yang lain, yang kerja dalam diam, yang tidak asal senang?," kata Abusaid kepada wartawan, Jumat, 28 Oktober 2022.

Dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Polri tersebut terhadap korban penipuan jam tangan mewah Richard Mille mencuat setelah beredarnya dokumen berisi diagram di media sosial beberapa hari lalu.

Di dalamnya ada sejumlah nama petinggi Polri antara lain, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi.

Dalam diagram itu disebutkan bahwa Andi Rian Djajadi saat menjabat Dirtipidum menerima uang sebesar 19.000 dolar Singapura (SGD) dari Tony Sutrisno, pelapor kasus penipuan arloji Richard Mille.

Uang itu diduga merupakan hasil pemerasan yang dilakukan oleh bawahan Andi Rian, Kombes Pol Rizal Irawan. Adapun proses penyerahan duit itu dilakukan di ruangan pribadi Andi Rian.

Menurut Abusaid, jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingin melakukan bersih-bersih institusinya, harus dimulai dari Mabes Polri. Ini mengingat bahwa skandal Kepolisian yang terjadi akhir-akhir ini kerap melibatkan pejabat utama di tempat itu.

"Seharusnya di internal polisi kalau Pak Kapolri itu mau bersih-bersih kerja, mulai dari Mabes Polri," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyarankan Sigit agar membuat sistem kontrol baru di institusi Polri.

Menurutnya, sistem kontrol itu bisa dilakukan dengan cara pemasangan kamera pengawas atau CCTV di ruangan-ruangan pejabat kepolisian mulai dari tingkat unit, direktorat, hingga pucuk pimpinan.

"Seharusnya Kapolri itu mulai pikirkan ada satu pusat kontrol di Mabes Polri yang CCTV itu diarahkan kepada seluruh unit-unit yang ada di Mabes Polri, khususnya di penegakan hukum," tuturnya.

Upaya ini dilakukan guna mencegah terjadinya praktik pemerasan yang biasa dilakukan di ruangan pribadi pejabat Polri. Selain itu, CCTV juga berguna agar korban pemerasan yang dilakukan oleh oknum polisi memiliki bukti kuat untuk melaporkannya ke Divisi Propam Polri.

Jika kontrol itu berlaku, lanjutnya, Tony Sutrisno memiliki peluang besar untuk membuktikan keterlibatan Irjen Andi Rian Djajadi dalam kasus pemerasan tersebut.

"Jika terjadi penyerahan uang segala macam, kamu datang ketemu Brigjen AR (Andi Rian) itu tanggal berapa, di mana? Sehingga kalau ada sistem seperti itu saya yakin gampang itu membuktikannya," ungkapnya.

Abusaid berpendapat, praktik lancung oknum polisi biasa dilakukan di tempat-tempat aman seperti ruangan pejabat Kepolisian.

Untuk itu, kata dia, seorang Kapolri harus mengawasi secara langsung kinerja jajaran Kepolisian melalui sistem kamera tersembunyi.

Dia menegaskan, semua kamera yang terpasang mesti terhubung ke satu ruang kontrol yang diawasi oleh Kapolri.

"Karena penegakan hukum itu kan institusi yang rawan suap. Mulai dari ruang Kabareskrim-nya sampai pada para direktorat, dirutnya, kasubditnya, sampai pada penyidiknya itu semuanya dipasangkan kamera dan kamera itu terpusat pada satu unit kontrol yang itu di bawah Kapolri," ucap Abusaid.

Hingga berita ini diterbitkan, Andi Rian belum menjawab permintaan konfirmasi terkait tudingan dirinya memeras pelapor dan diagram yang beberapa hari terakhir viral di media sosial.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 28 November 2022 | 22:41 WIB
Ghana mampu membendung serangan Republik Korea untuk tidak jebol di menit akhir babak kedua.
News
Eno Dimedjo - 28 November 2022 | 21:32 WIB
Platform Melon Indonesia resmi mengumumkan rebranding menjadi Nuon Digital Indonesia.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:49 WIB
Bobby mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:42 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR menggelar fit and proper test KSAL Yudo Margono calon Panglima TNI.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri pembantu Jokowi akan keroyokan menindaklanjuti hasil kesepakatan KTT G30 di Bali.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:24 WIB
Serbia dan Kamerun terlibat duel seru.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:03 WIB
usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru erupsi dua kali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membentuk gugus tugas (task force) khusus guna menindaklanjuti KTT G20 di Bali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:17 WIB
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan hapus pasal karet UU ITE.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:09 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan, hingga Senin ini tercatat ada 323 orang meninggal dunia pascagempa bumi 5.3 M di Cianjur, Jabar.
Loading ...