News

Bantah Terima Duit Tambang, Agus Andrianto Tuding Sambo dan Hendra Alihkan Isu

Bantah Terima Duit Tambang, Agus Andrianto Tuding Sambo dan Hendra Alihkan Isu
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Agus Andrianto. (Foto:Kureta/Instagram)

Jakarta - Kabareskrim Komjen Agus Andrianto membantah telah menerima gratifikasi setoran hasil duit tambang ilegal di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebelumnya, mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan menduga Kabareskrim Agus Andrianto telah menerima aliran duit tambang ilegal Rp 2 miliar tiap bulannya.

Komjen Agus pun memandang pernyataan yang dilontarkan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan soal dirinya menerima gratifikasi duit tambang sebagai pengalihan isu.

Baca juga: Hendra Kurniawan Benarkan Agus Andrianto Terima Duit Setoran Tambang Rp 2 M Tiap Bulan

Mantan Kapolda Sumatra Utara (Sumut) itu menilai bahwa bisa saja yang menerima hasil uang setoran kasus dugaan tambang ilegal itu justru adalah Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan. Mereka, kata Agus, berpotensi membuat pengalihan isu atas kasus yang menimpanya sekarang.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah lempar batu untuk alihkan isu," kata Agus kepada wartawan dikutip Jumat, 25 November 2022.

Baca juga: Ferdy Sambo Sempat Teken Surat Penyelidikan Agus Andrianto Terima Uang Tambang

Menurutnya, jika dalam laporan tersebut benar menyeret namanya, tidak seharusnya pihak Propam melepas dan tak melanjutkan penyelidikan laporan  soal dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur itu. 

"Tanya saja ke anggota jajaran kelakuan Hendra Kurniawan (HK) dan Ferdy Sambo (FS). Kenapa kok dilepas sama mereka kalau waktu itu benar," ujar jenderal polisi bintang tiga itu.

Selain itu, lanjut Agus, keterangan dalam laporan yang beredar itu tak membuktikan memang ada keterlibatannya di balik kasus dugaan tambang ilegal tersebut.

Baca juga: Isu Setoran Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Mahfud MD Sebut Ada Perang Bintang di Polri

Agus menyebut Ismail Bolong dalam video yang beredar pun sudah meluruskan bila tidak ada keterlibatannya. Sebab, pengakuan yang menyebut Kabareskrim menerima suap terpaksa diucapkan karena ada intimidasi.

"Keterangan saja tidak cukup. Apalagi sudah diklarifikasi karena dipaksa," ucap Agus Andrianto. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 28 November 2022 | 22:41 WIB
Ghana mampu membendung serangan Republik Korea untuk tidak jebol di menit akhir babak kedua.
News
Eno Dimedjo - 28 November 2022 | 21:32 WIB
Platform Melon Indonesia resmi mengumumkan rebranding menjadi Nuon Digital Indonesia.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:49 WIB
Bobby mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:42 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR menggelar fit and proper test KSAL Yudo Margono calon Panglima TNI.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri pembantu Jokowi akan keroyokan menindaklanjuti hasil kesepakatan KTT G30 di Bali.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:24 WIB
Serbia dan Kamerun terlibat duel seru.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:03 WIB
usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru erupsi dua kali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membentuk gugus tugas (task force) khusus guna menindaklanjuti KTT G20 di Bali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:17 WIB
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan hapus pasal karet UU ITE.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:09 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan, hingga Senin ini tercatat ada 323 orang meninggal dunia pascagempa bumi 5.3 M di Cianjur, Jabar.
Loading ...