News

Besar Karena Opini, Pemecatan Novel Baswedan Tak Buat KPK Kehilangan

Besar Karena Opini, Pemecatan Novel Baswedan Tak Buat KPK Kehilangan
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. (Foto:Kureta/Istimewa)

Jakarta - Politisi Ferdinand Hutahaean menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan merasa kehilangan jika nantinya penyidik senior KPK, Novel Baswedan dipecat dari lembaga antirasuah.

Ferdinand menilai, tidak lolosnya Novel Baswedan mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), menjadi penyebab tidak layaknya penyidik senior itu dipertahankan di KPK.

Kita justru berharap Novel Baswedan segera keluar dari KPK, agar lembaga ini kembali menjadi independen terhadap siapapun di seluruh republik ini

"Kalau pertanyaannya apakah KPK akan kehilangan sosok Novel Baswedan, saya pikir tidak. Banyak sekali yang bisa menggantikannya, dari Polri, dan Kejaksaan itu banyak sekali penyidik-penyidik sangat andal, pintar, dan bahkan melebihi kemampuan, kapasitas dan kapabilitas Novel," kata Ferdinand dihubungi Kureta, Selasa, 4 Mei 2021.

Dia berpendapat, masih banyak orang-orang yang memiliki kemampuan dalam melakukan penyelidikan, maupun penyidikan melebihi Novel Baswedan.

Ferdinand HutahaeanPolitisi Ferdinand Hutahaean. (Foto:Kureta/Instagram @ferdinand_hutahaean)

"KPK itu adalah lembaga yang diisi oleh banyak orang. Dan republik ini diisi oleh ratusan juga orang yang berkualitas, dan berbobot. Kalau soal teori penyelidikan dan penyidikan, sangat banyak anak-anak bangsa yang mampu, bahkan lebih hebat dari Novel Baswedan ini. Banyak yang bisa menggantikannya," ujarnya.

Bahkan dia menilai, selama ini sepupu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu dibesarkan melalui opini-opini yang menyebar ke kalangan publik.

Namun kenyataannya, sambung Ferdinand, kualitas penyidikan yang dilakukan Novel Baswedan itu masih banyak dipertanyakan oleh publik.

Sebab, KPK hingga kini belum berani melakukan penyidikan, pun penyelidikan dugaan korupsi APBD DKI Jakarta.

Ferdinand menduga, hal itu disebabkan adanya hubungan antara Novel Baswedan dengan Anies Baswedan.

"Novel Baswedan besar hanya karena opini saja. Tidak jago-jago banget kok. Terbukti salah satunya, yang juga ujung-ujungnya berkas yang diajukan KPK di sidang, bahkan sampai kasasi, sampai sekarang akhirnya bebas. Artinya kualitas penyidiknya kita pertanyakan. Jadi, saya pikir KPK tidak akan merasa kehilangan sosok Novel Baswedan," ujarnya.

"Bahkan integritas dia pun sampai saat ini kita pertanyakan, terkait dengan posisi Anies Baswedan dan APBD DKI Jakarta yang selama ini menjadi sorotan publik karena tidak tersentuh oleh KPK," kata dia menambahkan.

Selain itu, Ferdinand berharap agar Novel Baswedan segera dipecat dari KPK. Sebab, dia ingin melihat komisi antirasuah itu kembali menjadi lembaga yang independen.

"Kita justru berharap Novel Baswedan segera keluar dari KPK, agar lembaga ini kembali menjadi independen terhadap siapapun di seluruh republik ini," ucap Ferdinand.[]

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 25 May 2022 | 22:44 WIB
Saur Tumiur Situmorang mengatakan, tambang sering sekali menimbulkan hal-hal baru terkhusus pada perempuan.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:47 WIB
Pria lanjut usia (lansia), Juned Nasution (60) yang hanyut disela minum tuak di pinggir Sungai Denai, Kota Medan, ditemukan tewas
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:43 WIB
Cuaca buruk diprediksi berpotensi terjadi disejumlah wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) besok, Kamis, 26 Mei 2022.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:41 WIB
Seorang ayah di Sulbar kehilangan uang puluhan juta akibat ditipu penelpon gelap
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:35 WIB
DPD Gerindra Sulbar sudah mulai panaskan mesin politik Pilgub 2024.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:31 WIB
Dugaan penghinaan Bendera Merah Putih di Majene, praktisi hukum menilai terkesan dibiarkan polisi.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 21:14 WIB
Strategi komunikasi yang dirancang oleh Carl Byoir Indonesia sukses mengantarkan Samsung meraih penghargaan The Best PR Campaign Award.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 20:39 WIB
Gita Bhebhita memiliki latar kepribadian yang tak jauh berbeda dengan karakter Sarma di film Ngeri Ngeri Sedap.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 20:11 WIB
Selain hampir 100 persen syuting di wilayah Danau Toba, film Ngeri Ngeri Sedap juga mengoptimalkan lebih dari 100 orang bintang dan kru lokal.
News
Fernandho Pasaribu - 25 May 2022 | 19:10 WIB
Anggota DPR menilai pemerintah perlu memberikan kompensasi kepada peternak sebagai salah satu upaya dalam rangka menanggulangi serangan wabah PMK.
Loading ...