News

Bupati Akmal Ibrahim Ungkap Alasan Tak Ada Pilkades di Abdya

Bupati Akmal Ibrahim Ungkap Alasan Tak Ada Pilkades di Abdya
Bupati Abdya Provinsi Aceh, Akmal Ibrahim. (Foto:Kureta/Istimewa)

Aceh Barat Daya - Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, Akmal Ibrahim, menjelaskan kenapa saat ini ada sebanyak 152 desa di kabupaten yang dipimpin oleh Pj (Penjabat) Kepala Desa (Kades).

Tentang hal ini, dibahas Akmal menangapi pertanyaan Julinardi, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dalam acara rapat paripurna penyerahan rangcangan qanun APBK tahun 2022 di gedung DPRK setempat.

Dalam kesempatan itu, Julinardi menanyakan hal tersebut karena sudah beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya tidak melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak guna memilih Kades definitif hasil pilihan masyarakat masing-masing desa.

Menurut Akmal, hal tersebut dilakukan Pemerintah guna menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri dan surat Gubernur Aceh untuk tidak melaksanakan pemilihan kepala desa dan digeser ke tahun 2022.

"Dan sampai sekarang tentang hal itu (izin pelaksanaan Pilkades) belum ada surat susulan," kata Bupati Akmal Ibrahim, dikutip Kureta di aula gedung Dewan, pada Selasa 12 Oktober 2021.

Sebenarnya, kata Akmal, pihaknhya diperbolehkan melaksanakan pemilihan kepala desa di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Namun harus melaporkan dan atas izin Kementerian Dalam negeri, dan harus mengikuti prokes ketat, di bawah asistensi mereka.

"Jika dilaksanakan, kami menghitung-hitung anggaran yang habis setiap desa diatas Rp 100 juta, sebab harus sesuai prokes," ujarnya.

Menanggapi situasi yang saat ini yang sudah terdapat kelonggaran PPKM dan angka Covid-19 semakin turun, Akmal menuturkan bahwa ia sebagai Pemerintah Daerah harus menunggu instruksi dan kewenangan dari pusat.

"Mungkin dinas (dinas kesehatan) Plt Sekda mengkomunikasikan ini dengan atasan, mana tau sudah bisa. Bisa saja kebijakannya sudah berubah. Tapi untuk saat ini, lewat surat, belum," ujar Akmal Ibrahim. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 23:04 WIB
Komisaris Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT. Mon Jambee, H. Subarni, menjamin tidak akan ada permainan harga beli sawit.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:29 WIB
Musisi Fariz RM menyapa penggemarnya di tengah pandemi Covid-19 lewat konser musik bertajuk Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:14 WIB
Akmal Ibrahim terlihat semringah sepanjang kegiatan peresmian PKS di Abdya.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:46 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati menyambut baik instruksi Presiden Jokowi menindak tegas perusahaan pinjol.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:12 WIB
Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta OJK menghapus pemberian akses IMEI kepada perusahaan pinjaman online.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:55 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga non PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akan disanksi apabila tak mau divaksin.
News
Fahzian Aldevan - 16 October 2021 | 17:48 WIB
Mantan ajudan Terdakwa Nurdin Abdullah mengaku uang 200.000 dolar Singapura dari kontraktor diterima langsung Nurdin
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:43 WIB
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata memiliki total kekayaan Rp38,4 miliar.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 14:41 WIB
Sebanyak sebelas siswa MTs Harapan Baru ditemukan dalam keadaan tewas usai hanyut di Sungai Cileueur Leuwi.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 14:29 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama lima orang lainnya
Loading ...