News

Eks Mensos Juliari Batubara Bantah Terima Suap Bansos 32,4 M

Eks Mensos Juliari Batubara Bantah Terima Suap Bansos 32,4 M
Terdakwa kasus korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 yang juga mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu, 21 April 2021). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara membantah isi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Juliari didakwa menerima suap senilai total Rp 32,4 miliar dari sejumlah rekanan penyedia bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Saya mengerti (dakwaan) yang mulia, namun saya tidak melakukan apa yang didakwakan tersebut

Mendengar itu, eks Politisi PDI Perjuangan ini membantah melakukan perbuatan yang ada dalam dakwaan tersebut.

"Saya mengerti (dakwaan) yang mulia, namun saya tidak melakukan apa yang didakwakan tersebut," kata Juliari, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 21 April 2021.

Kendati demikian, Penasihat Hukum Juliari, Maqdir Ismail tidak mengajukan nota keberatan terhadap dakwaan (eksepsi). Dia berujar, hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan perkara tersebut.

"Kami tidak mengajukan keberatan dengan pertimbangan agar perkara ini kami bisa selesaikan dengan cepat," tutur Maqdir.

Pun, dia memprotes surat dakwaan yang memuat dugaan penerimaan suap sebesar Rp 29,252 miliar dari berbagai perusahaan.

"Kami meminta perhatian yang mulia berkenaan dengan surat dakwaan, yaitu terkait sejumlah uang yang diterima terdakwa melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko, dalam proses perkara ini kami tidak tahu ada suap lain selain dari Harry van Sidabukke dan Ardian Iskandar, kami tidak pernah tahu ada pemberian lain sebesar Rp 29,252 miliar," ujarnya.

Dijelaskan dalam surat dakwaan, Juliari menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari PT Pertani (Persero) melalui Harry Van Sidabukke dan PT Mandala Hamonangan Sude, sebesar Rp 1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja yang mewakili PT Tigapilar Agro Utama serta uang sebesar Rp 29,252 miliar dari beberapa perusahaan penyedia.

"Kalau memang Rp 29,252 miliar ini dakwaan pemberian suap, siapa pemberinya. Karena hanya ada 8 vendor yang mengakui dan mengembalikan uang senilai Rp 4 miliar, sedangkan ada 29 vendor yang membantah dakwaan yaitu senilai Rp 15 miliar dan 20 vendor tidak pernah diperiksa," ucap Maqdir.

Menanggapi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi mengatakan akan segera mengungkapkannya dalam pembuktian.

"Penyedia bansos sudah disebutkan dalam dakwaan dan untuk pembuktiannya akan diuraikan lebih lanjut dalam pemeriksaan," ujar Ikhsan.

Menurut jaksa KPK, pemberian suap dilakukan melalui Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos periode April-Oktober 2020, dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako Covid-19 periode Oktober-Desember 2020.

Dia menjelaskan, Juliari menerima dana sebesar Rp 14,7 miliar dari Rp 32,482 miliar tersebut.

kata dia, Juliari menerima dari Matheus Joko dan Adi Wahyono melalui perantaraan orang-orang dekat eks Mensos yaitu tim teknis Mensos Kukuh Ary Wibowo, ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso, dan sekretaris pribadi Juliari Selvy Nurbaity.

Lebih lanjut, Jaksa KPK berencana akan menghadirkan 80 orang saksi dalam pemeriksaan perkara tersebut. Sidang dilanjutkan pada Rabu, 28 April 2021.

Seusai persidangan, Maqdir mengatakan dugaan penerimaan suap Rp 29,252 miliar tersebut diduga berasal dari keterangan salah satu terdakwa lainnya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Rio Anthony - 24 May 2022 | 21:36 WIB
Hujan petir diprediksi berpotensi terjadi disejumlah wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) besok, Rabu, 25 Mei 2022.
News
Tigor - 24 May 2022 | 20:52 WIB
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menyampaikan janjinya akan membangun jalan pertanian kepada petani jeruk.
News
Tigor - 24 May 2022 | 19:08 WIB
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengagendakan turnamen pramusim.
News
Tigor - 24 May 2022 | 18:54 WIB
Kapolda Simanjuntak mendatangi peternakan di Desa Bukit Kubu, Besitang, Kabupaten Langkat.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:44 WIB
Pascabadai pandemi Covid-19 yang menerpa dunia hingga haji ditiadakan untuk jemaah Indonesia, termasuk Aceh, membuat rindu.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:42 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh menyebutkan stok vaksin merek Sinovac mulai menipis di Aceh. Hal ini menjadi penghambat vaksinasi anak.
News
Fernandho Pasaribu - 24 May 2022 | 17:34 WIB
Fraksi PPP DPR RI meminta pemerintah lebih mengoptimalkan belanja dengan berfokus pada perlindungan sosial serta subsidi energi.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:30 WIB
emerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, melakukan gladi resik pelantikan calok kepala desa.
News
Fernandho Pasaribu - 24 May 2022 | 17:27 WIB
Tito Karnavian kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia.
News
Morteza Syariati Albanna - 24 May 2022 | 17:27 WIB
Masyarakat Desa Padang Datar, Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh meninggal dibacoki ODGJ.
Loading ...