Alur

Gatal di Kulit Tanpa Sebab Jelas Bisa Jadi Gejala Diabetes

Gatal di Kulit Tanpa Sebab Jelas Bisa Jadi Gejala Diabetes
Ilustrasi diabetes. (foto: Pexels)

Jakarta - Sekretaris Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Dr. Wismandari mengatakan setiap orang patut mewaspadai bila terus-menerus merasa terserang gatal di kulit namun tanpa sebab yang jelas. 

Menurutnya, permasalahan seperti gatal-gatal di kulit itu dapat menjadi gejala dari penyakit diabetes. 

"Kalau ada bentol kan mudah (dilihat), pada orang diabetes sering ditemukan tapi enggak ada kelainan, jika itu terjadi periksa gula darah," kata Wismandari kepada wartawan, dikutip Minggu, 20 November 2022. 

Dia menjelaskan, gejala diabetes lainnya adalah mudah terjadi infeksi tubuh, misalnya infeksi di kemaluan dan infeksi paru. 

Bila seseorang sudah terkena diabetes, maka gejala umum yang dirasakan meliputi mudah haus, mudah lapar, dan banyak berkemih.

Untuk memastikan apakah seseorang terkena diabetes, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan gula darah puasa, gula darah dua jam setelah makan, atau pemeriksaan HbA1C yang mengukur jumlah hemoglobin yang berikatan dengan gula darah. 

Wismandari menegaskan, gaya hidup adalah faktor risiko diabetes yang lebih besar dibandingkan riwayat keturunan penyakit dalam keluarga. 

Menurutnya, seseorang yang punya riwayat diabetes di keluarga, tapi menjalani gaya hidup sehat, tetap punya risiko lebih kecil terserang diabetes dibandingkan orang dari keluarga tanpa diabetes tapi pola hidupnya tidak dijaga. 

Dengan menjamurnya makanan dan minuman manis yang jadi konsumsi rutin masyarakat, kata dia, harus dibarengi dengan kesadaran untuk membatasi hal itu.

Dia menekankan, ketentuan batasan asupan gula harian pada orang dewasa maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari. 

"Pola hidup sekarang yang tidak sehat sangat memengaruhi anak-anak muda mengalami diabetes lebih dini," katanya. 

Dia menambahkan, saat ini rata-rata orang yang terkena diabetes berada pada usia 40-60 tahun. 

Maka itu, mengatur pola makan dengan gizi lengkap serta seimbang juga penting. Nasi putih, kata dia, bukan berarti menjadi musuh utama yang dihindari. 

"Bukan nasi yang bikin diabetes, tapi jumlah kalori dan berapa porsi yang dimakan," ujar dia dikutip dari Antara.

Agar lebih mengenyangkan dan tidak cepat meningkatkan kadar gula darah, lengkapi nasi dengan potongan sayur-mayur yang mengandung karbohidrat, seperti wortel dan buncis serta labu siam, yang sudah dikukus sebentar. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 28 November 2022 | 22:41 WIB
Ghana mampu membendung serangan Republik Korea untuk tidak jebol di menit akhir babak kedua.
News
Eno Dimedjo - 28 November 2022 | 21:32 WIB
Platform Melon Indonesia resmi mengumumkan rebranding menjadi Nuon Digital Indonesia.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:49 WIB
Bobby mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:42 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR menggelar fit and proper test KSAL Yudo Margono calon Panglima TNI.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri pembantu Jokowi akan keroyokan menindaklanjuti hasil kesepakatan KTT G30 di Bali.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:24 WIB
Serbia dan Kamerun terlibat duel seru.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:03 WIB
usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru erupsi dua kali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membentuk gugus tugas (task force) khusus guna menindaklanjuti KTT G20 di Bali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:17 WIB
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan hapus pasal karet UU ITE.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:09 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan, hingga Senin ini tercatat ada 323 orang meninggal dunia pascagempa bumi 5.3 M di Cianjur, Jabar.
Loading ...