News

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Terima Suap, KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Terima Suap, KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung
Plt Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (foto: Humas KPK).

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Gedung Mahkamah Agung (MA) RI, Jakarta, Jumat, dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perkara yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD) sebagai tersangka. 

"Benar, hari ini tim penyidik KPK melaksanakan penggeledahan, di antaranya berlokasi di Gedung MA RI," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya pada Jumat, 23 September 2022. 

Ia mengatakan kegiatan penggeledahan saat ini masih berlangsung. KPK akan menginformasikan kembali perkembangan dari kegiatan tersebut. 

Baca juga: 4 Tersangka Suap Pengurusan Perkara di MA Diminta Kooperatif Datangi KPK

KPK total menetapkan 10 tersangka kasus tersebut. 

Sebagai pihak penerima suap:

1. Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD)

2. Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP).

3. PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY).

4. PNS pada Kepaniteraan MA Muhajir Habibie (MH).

5. PNS MA Redi (RD).

6. PNS MA Albasri (AB).

Sebagai pemberi suap:

1. Pengacara Yosep Parera (YP).

2. Pengacara Eko Suparno (ES).

3. Pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) Heryanto Tanaka (HT).

4. Pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). 

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa mulanya ada laporan pidana dan gugatan perdata terkait dengan aktivitas dari Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan HT dan IDKS dengan diwakili melalui kuasa hukumnya, yakni YP dan ES. 

Saat proses persidangan di tingkat pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, HT dan ES belum puas dengan keputusan pada dua lingkup pengadilan tersebut sehingga melanjutkan upaya hukum berikutnya di tingkat kasasi pada MA. Pada tahun 2022, dilakukan pengajuan kasasi oleh HT dan IDKS dengan masih mempercayakan YP dan ES sebagai kuasa hukumnya. 

Baca juga: KPK Sita 205 Ribu Dolar Singapura dari OTT Perkara di Mahkamah Agung

Dalam pengurusan kasasi tersebut, KPK menduga YP dan ES melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan MA yang dinilai mampu menjadi penghubung hingga fasilitator dengan majelis hakim yang nantinya bisa mengondisikan putusan sesuai dengan keinginan YP dan ES. 

Adapun pegawai yang bersedia dan bersepakat dengan YP dan ES, yaitu DY dengan adanya pemberian sejumlah uang. Selanjutnya, DY turut mengajak MH dan ETP untuk ikut serta menjadi penghubung penyerahan uang ke majelis hakim. 

KPK juga menduga DY dan kawan-kawan sebagai representasi dari SD dan beberapa pihak di MA untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di MA. 

Terkait dengan sumber dana yang diberikan YP dan ES pada majelis hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sejumlah sekitar 202.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 2,2 miliar. 

Selanjutnya oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta, dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP. 

Dengan adanya penyerahan uang tersebut, putusan yang diharapkan YP dan ES pastinya dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi sebelumnya yang menyatakan Koperasi Simpan Pinjam Intidana pailit. 

Saat tim KPK melakukan tangkap tangan, dari DY ditemukan dan diamankan uang sejumlah sekitar 205.000 dolar Singapura dan adanya penyerahan uang dari AB sejumlah sekitar Rp 50 juta. 

KPK juga menduga DY dan kawan-kawan juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di MA dan hal ini akan didalami lebih lanjut oleh tim penyidik. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 20:18 WIB
Relawan Jokowi sayangkan sikap Partai NasDem yang terlalu cepat mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:50 WIB
Film Sri Asih semula diagendakan tayang pada 6 Oktober 2022, diundur menjadi 17 November 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:11 WIB
Berikut daftar lengkap harga tiket Woke Up Fest 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 17:59 WIB
OneRepublic dipastikan bakal manggung di Indonesia dalam gelaran festival musik bertajuk Woke Up Fest 2023 alias WUF 2023.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 16:41 WIB
Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah meminta lembaga penyiaran termasuk TV dan Radio memboikot pelaku KDRT, termasuk Rizky Billar.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:46 WIB
Eby Bima mengaku bersyukur mampu lolos ke bakal 24 besar di ajang kompetisi bernyanyi Dangdut Academy 5.
News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 14:38 WIB
Ferdinand Hutahaean berpandangan, Partai NasDem sama sekali tidak menunjukkan empati kepada ratusan korban dan para keluarga korban.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:07 WIB
Eva Anindita yang dikenal publik dengan peran protagonis, mengaku menikmati karakter jahat yang kini diperankannya di sinetron Cinta 2 Pilihan.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 13:17 WIB
Gelaran Levi\'s Music Project 2022 bakal diselenggarakan dengan tema INDUSTRY 101.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 12:34 WIB
Stray Kids resmi mengumumkan rencananya untuk menyambangi Indonesia dalam rangkaian tur konser keliling dunia bertajuk Maniac.
Loading ...