News

Hendra Kurniawan Benarkan Agus Andrianto Terima Duit Setoran Tambang Rp 2 M Tiap Bulan

Hendra Kurniawan Benarkan Agus Andrianto Terima Duit Setoran Tambang Rp 2 M Tiap Bulan
Terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J, Hendra Kurniawan sebelum menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 27 Oktober 2022. foto: Antara/M Risyal Hidayat/nym.

Jakarta - Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri Hendra Kurniawan membenarkan ada keterlibatan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang diduga menerima uang setoran tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) Rp 2 miliar setiap bulannya. 

Penerimaan setoran uang koordinasi tambang yang melibatkan jenderal polisi, menurut Hendra, benar berdasarkan laporan hasil penyelidikan (LHP) bernomor R/ND-137/III/WAS.2.4/2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022 yang dilaporkan Hendra Kurniawan ke atasannya saat itu, Ferdy Sambo.

Baca juga: Sepak Terjang Brigjen Hendra Kurniawan, Pernah Pimpin Kasus Bentrok FPI KM 50

Selanjutnya, LHP dengan nomor R/1253/IV/WAS.2.4/2022/DivPropam tertanggal 7 April 2022 yang dilaporkan Ferdy Sambo ke Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Yakan sesuai faktanya begitu (Kabareskrim diduga terima suap tambang ilegal),” ujar Hendra Kurniawan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan PN Jaksel, Kamis, 24 November 2022, dikutip dari VOI.

Dalam LHP yang dilaporkan Ferdy Sambo ke Kapolri, tertera nama Kabareskrim Polri Komjen Agus yang disebut menerima uang koordinasi Ismail Bolong senilai Rp 2 miliar setiap bulannya.

Baca juga: Brigjen Hendra Kurniawan Masuki Rumah dan Larang Keluarga Brigadir J Pegang HP

Pemberian uang pun disebut menggunakan mata uang asing atau dolar Amerika. Kemudian, dilakukan secara bertahap pada Oktober hingga Desember.

Bahkan, pada poin H, tertulis Ismail Bolong juga memberikan uang koordinasi ke Bareskrim Polri diserahkan kepada Kombes BH selaku Kasubdit V Dittipidter sebanyak tiga kali, yaitu bulan Oktober, November dan Desember 2021 sebesar Rp 3 miliar setiap bulan untuk dibagikan di Dittipidter Bareskrim.

Baca juga: Sia-sia Brigjen Hendra Bantu Ferdy Sambo, Malah Dikurung di Mako Brimob

Hendra pun menyebut data-data yang tertuang pada LHP tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukannya. Termasuk hasil pemeriksaan oknum Polri dan Ismail Bolong.

"Betul ya saya (periksa), tanyakan pada pejabat yang berwenang aja ya. Kan ada datanya, enggak fiktif," kata Hendra Kurniawan. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 28 November 2022 | 22:41 WIB
Ghana mampu membendung serangan Republik Korea untuk tidak jebol di menit akhir babak kedua.
News
Eno Dimedjo - 28 November 2022 | 21:32 WIB
Platform Melon Indonesia resmi mengumumkan rebranding menjadi Nuon Digital Indonesia.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:49 WIB
Bobby mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:42 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR menggelar fit and proper test KSAL Yudo Margono calon Panglima TNI.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri pembantu Jokowi akan keroyokan menindaklanjuti hasil kesepakatan KTT G30 di Bali.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:24 WIB
Serbia dan Kamerun terlibat duel seru.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:03 WIB
usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru erupsi dua kali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membentuk gugus tugas (task force) khusus guna menindaklanjuti KTT G20 di Bali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:17 WIB
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan hapus pasal karet UU ITE.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:09 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan, hingga Senin ini tercatat ada 323 orang meninggal dunia pascagempa bumi 5.3 M di Cianjur, Jabar.
Loading ...