News

Kata Praktisi Hukum Sulbar Terkait Dugaan Penghinaan Bendera Merah Putih

Kata Praktisi Hukum Sulbar Terkait Dugaan Penghinaan Bendera Merah Putih
Akriadi Pueh Dollah, salah seorang praktisi hukum di Sulbar. (Foto: Opsi/ist)

Mamuju - Kasus dugaan penghinaan bendera merah putih oleh massa aksi Aliansi Organisasi Kedaerahan (Organda) di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), mendapat tanggapan praktisi hukum, Akriadi Pueh Dollah.

Menurutnya, dugaan penghinaan terhadap bendera merah putih sebagai lambang negara itu, terkesan dibiarkan pihak kepolisian.

"Jika Itu dianggap suatu perbuatan yang merendahkan atau menghina kehormatan bendera negara, seharusnya dari awal, perbuatan itu di cegah oleh pihak kepolisian. Namun, dalam video tersebut jelas semacam ada pembiaran terhadap tindakan tersebut," kata Akriadi, saat dikonfirmasi Opsi.id, Rabu, 25 Mei 2022.

Baca juga: Rumah Warga di Dogiyai Papua Dibakar OTK

Akriadi menganggap, apa yang dilakukan mahasiswa tidak bertentangan dengan ketentuan pasal 66 UU nomor 24 tahun 2009.

"Jelas, unsur-unsur dalam ketentuan pasal 66, setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan kehormatan bendera negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 huruf a, akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta," katanya.

Namun, kata dia, dalam video yang beredar, penurunan bendera yang dilakukan oleh massa aksi di kantor Bupati Majene itu, bukanlah sebuah aksi pengrusakan, merobek, menginjak-injak, membakar atau perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina atau merendahkan kehormatan bendera.

"Massa aksi hanya melakukan penurunan bendera dan kembali mengibarkannya bersama dengan sejumlah bendera Organda, serta dinyanyikan dengan lagu Indonesia Raya," kata Akriadi.

Bendera merah putih pun, kata Akriadi, diposisikan paling atas dari sejumlah bendera Organda yang dinaikkan massa aksi.

"Itu artinya, massa aksi sangat menghormati bendera negara dan tidak ada maksud untuk merendahkan atau menghina kehormatan bendera," katanya.

Sebelumnya, sebanyak sembilan orang mahasiswa di Kabupaten Majene, Sulbar, diperiksa lantaran diduga telah menghina bendera merah putih.

Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian mengungkapkan, pihaknya kini fokus melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan terhadap 9 orang mahasiswa.

"Mereka diduga melakukan penghinaan terhadap lambang negara berdasarkan pasal 24 UU nomor 24 tahun 2009," kata Febryanto Siagian, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 25 Mei 2022.

Ia juga mengungkapkan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti guna menentukan status sembilan mahasiswa tersebut.

"Perkembangannya akan terus kami sampaikan," katanya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 20:12 WIB
Deklarator Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR), Sahat Martin Philip Sinurat menegaskan bahwa sesungguhnya koalisi Jokowi adalah rakyat Indonesia.
News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 18:45 WIB
Penasihat Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, Muhammad Qodari menyinggung usulan elite politik terkait wacana penundaan Pemilu 2024.
News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 18:02 WIB
Penasihat Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, M Qodari menegaskan bahwa gerakan mendukung Presiden Joko Widodo menjabat tiga periode tak mati.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 13:07 WIB
Kontingen cabang olahraga pencak silat Kabupaten Abdya Provinsi Aceh berhasil meraih satu mendali Perak dan dua perunggu.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:58 WIB
Kades Mataie, Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya Provinsi Aceh, Junaidi Idrus mengajak seluruh warganya untuk terus menerapkan pola hidup sehat.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:23 WIB
Kebakaran yang terjadi di ruangan Kabag Ops Polresta Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga akibat arus pendek listrik.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:08 WIB
Ruangan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Mamuju, Sulawesi Barat, terbakar.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 11:56 WIB
Yaqut Cholil Qoumas mengaku bakal memanggil GP Ansor Pengurus Wilayah (PW) DKI Jakarta.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 11:41 WIB
Nayeon Twice resmi meluncurkan mini album debut solonya yang bertajuk Im Nayeon, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 10:45 WIB
DKI Jakarta menyediakan 100 unit bus gratis untuk mengantarkan masyarakat menuju lokasi perayaan malam puncak Jakarta Hajatan ke-495.
Loading ...