News

Kiki Syahnakri Masuk Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM, KontraS Protes

Kiki Syahnakri Masuk Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM, KontraS Protes
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri. (Foto: Twitter)

Jakarta - Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri masuk dalam tim pelaksana Penyelesaian Pelanggaran HAM Non-Yudisial yang dibentuk Presiden Jokowi melalui Keppres Nomor 17 tahun 2022. 

Kontan saja hal ini membuat organisasi masyarakat sipil tidak terima, termasuk Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

KontraS menyayangkan pengesahan Keppres Pembentukan Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Non-Yudisial tersebut.

Sejak awal, wacana Pembentukan Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Non Yudisial sudah menuai polemik.

Dinilai tergesa-gesa dalam menuliskan materi, ketidakterbukaan terhadap publik, bahkan upaya memasukkan nama-nama tertentu tanpa konfirmasi. 

Sejumlah polemik tersebut tentu akan berpotensi membuat impunitas semakin menguat di Indonesia.

Dalam salinan Keppres Nomor 17 Tahun 2022 tercantum susunan keanggotaan tim pelaksana, salah satunya Kiki Syahnakri. 

Kiki tercantum pada daftar serious crimes unit (SCU) yang berperan sebagai jaksa penuntut di pengadilan Hibrid Timor Timur PBB dengan dakwaan berupa pembunuhan, deportasi, dan persekusi kepada warga Timor Timur. 

Sepatutnya Presiden RI membatalkan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat

Pada tahun 1995, Dewan Kehormatan Militer memindahkan Kiki, setelah adanya temuan investigasi bahwa sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 164, dia turut bertanggung jawab dalam pembunuhan enam warga Liquica yang dilakukan oleh anggota Komando Resor Militer (Korem). 

"Dipilihnya pelaku pelanggaran HAM berat menjadi salah satu anggota tim pelaksana menegaskan kembali tebalnya dinding impunitas yang dibangun oleh negara," kata Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dilansir dari laman KontraS, Jumat, 23 September 2022.

Dia menilai, negara yang sangat lamban memenuhi hak keadilan bagi korban pelanggaran HAM terbukti sangat sigap dan sistematis dalam melakukan “pemulihan” serta “pemutihan” untuk para pelaku pelanggaran HAM berat. 

Menurut Fatia, impunitas ini berbanding terbalik dengan situasi para korban pelanggaran HAM berat masa lalu yang dibuat tidak berdaya secara mental dan ekonomi karena pengabaian negara atas hak-hak mereka selama bertahun-tahun. 

Jika kini negara baru “bergerak” dengan cara non-yudisial, korban yang dalam kondisi tidak berdaya. 

Keberadaan Keppres ini ujarnya, tidaklah relevan karena makin mengaburkan upaya korban dan keluarga korban menemukan keadilan dalam bentuk pengungkapan kebenaran dan jaminan atas ketidakberulangan. 

"Berdasarkan hal tersebut di atas, maka sudah sepatutnya Presiden RI membatalkan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat," tukas Fatia. []



Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 20:18 WIB
Relawan Jokowi sayangkan sikap Partai NasDem yang terlalu cepat mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:50 WIB
Film Sri Asih semula diagendakan tayang pada 6 Oktober 2022, diundur menjadi 17 November 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:11 WIB
Berikut daftar lengkap harga tiket Woke Up Fest 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 17:59 WIB
OneRepublic dipastikan bakal manggung di Indonesia dalam gelaran festival musik bertajuk Woke Up Fest 2023 alias WUF 2023.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 16:41 WIB
Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah meminta lembaga penyiaran termasuk TV dan Radio memboikot pelaku KDRT, termasuk Rizky Billar.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:46 WIB
Eby Bima mengaku bersyukur mampu lolos ke bakal 24 besar di ajang kompetisi bernyanyi Dangdut Academy 5.
News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 14:38 WIB
Ferdinand Hutahaean berpandangan, Partai NasDem sama sekali tidak menunjukkan empati kepada ratusan korban dan para keluarga korban.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:07 WIB
Eva Anindita yang dikenal publik dengan peran protagonis, mengaku menikmati karakter jahat yang kini diperankannya di sinetron Cinta 2 Pilihan.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 13:17 WIB
Gelaran Levi\'s Music Project 2022 bakal diselenggarakan dengan tema INDUSTRY 101.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 12:34 WIB
Stray Kids resmi mengumumkan rencananya untuk menyambangi Indonesia dalam rangkaian tur konser keliling dunia bertajuk Maniac.
Loading ...