Netizen

Kopi Jitu buat Anak yang Step? Ini Kata Dokter Reisa

Kopi Jitu buat Anak yang Step? Ini Kata Dokter Reisa
dr Reisa Broto Asmoro. (Foto: Twitter)

Jakarta - Tidak jarang seorang anak usia 6 bulan sampai 5 tahun mengalami step atau kejang-kejang. Banyak orang menyebut, guna menghindari anak step, cukup dengan memberinya minum kopi.

Benarkah? Nah, penjelasan dokter cantik, Reisa Broto Asmoro lewat akun Twitter @Reisa_BA bisa menjadi referensi, terutama buat kamu ibu yang memiliki anak di bawah lima tahun.

Menurut Reisa, faktanya bahwa kejang yang terjadi pada anak merupakan kondisi yang  disebabkan oleh beberapa faktor dan kejang ini bisa menyerang anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. 

"Penyebabnya bisa karena virus tertentu atau kondisi kesehatan anak, seperti demam tinggi," terang perempuan yang sangat populer saat menjadi juru bicara pemerintah tentang penanganan Covid-19 tahun lalu.

Longgarkan pakaian anak jika terlalu ketat, terutama di bagian leher..

"Dan, memberi kopi saat anak kejang sama sekali tidak membantu. Malahan, memberi kopi pada anak bisa mengacaukan metabolisme tubuh yang masih belum sempurna," jelas Reisa, Kamis, 13 Januari 2022 di akun media sosialnya.

Lalu apa yang harus dilakukan orang tua, terutama para ibu jika menghadapi anak yang sedang mengalami kejang. Reisa memberi tips. Pertama, tetap bersikap tenang dan jangan panik.

Baca juga: dr. Reisa: Tak Satupun Pembuat Hoaks yang Membantu Penderita Covid-19

Kedua, jauhkan anak dari benda berbahaya, seperti benda tajam, sumber listrik, atau barang pecah belah. Ketiga, hindari memasukkan apapun ke dalam mulut anak. Keempat, hindari menahan kaki atau tangan anak dengan paksa saat kejang karena dapat menimbulkan patah tulang.

"Longgarkan pakaian anak jika terlalu ketat, terutama di bagian leher, amati berapa lama kejang terjadi dan apa yang terjadi saat kejang sebagai data dokter untuk pemeriksaan," terangnya.

Reisa menyarankan kepada para orang tua untuk tetap memastikan menemani anak saat kejang. "Itu sedikit tips dari saya buat para mama," ujarnya. []



Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Andi Nasution - 17 January 2022 | 20:04 WIB
Pemko Medan saat ini memiliki 20 ribuan dosis vaksin lanjutan (booster) yang akan diprioritaskan kepada lansia yang sudah dua kali disuntik vaksin.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:50 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Riko Sunarko beserta pejabat Polrestabes Medan lainnya terancam mendapat sanksi tegas jika terima suap narkoba.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:38 WIB
Jokowi menyempatkan diri untuk berbincang-bincang bersama para pedagang pasar yang mendapatkan bantuan.
News
Rio Anthony - 17 January 2022 | 18:34 WIB
Dua perampok rumah warga berinisial ZN dan IJF di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap polisi.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:25 WIB
Terkait dengan pemberangkatan jamaah haji dari Kabupaten Cirebon, Imron mengaku masih menunggu keputusan dari pusat.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkemungkinan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Wali Kota Bekasi Pepen.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:17 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan 11 konflik besar yang terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa karena ketidakadilan.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:56 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi pelaporan yang dilakukan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun terhadapnya ke KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:43 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk meniadakan daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia ditengah Omicron merajalela
News
Fernandho Pasaribu - 17 January 2022 | 17:41 WIB
BNN RI berhasil mengungkap kasus kejahatan narkotika dengan barang bukti sabu jaringan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau.
Loading ...