News

Langkah Dudung Minta Prajurit TNI Rangkul KKB Papua Dipertanyakan

Langkah Dudung Minta Prajurit TNI Rangkul KKB Papua Dipertanyakan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman saat mengunjungi prajurit di kawasan Indonesia Timur. (Foto: dok. AD)

Jakarta - Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) LIPI Adriana Elisabeth menyambut positif langkah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman yang memerintahkan bawahannya untuk merangkul kelompok pro demokrasi Papua yang kerap disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) agar kembali ke pangkuan NKRI.

Adriana menilai, pernyataan tersebut memberikan angin segar bagi penyelesaian konflik bersenjata yang terjadi di Papua. Meski begitu, ia masih mempertanyakan bagaimana metode yang dilakukan TNI untuk merangkul KKB di Bumi Cendrawasih.

"Pernyataan itu membawa harapan baru bagi penyelesaian konflik di Papua. Tapi perlu dijelaskan apa yang dimaksud merangkul dan bagaimana caranya?" tutur Adriana Elisabeth kepada Kureta, pada Kamis, 25 November 2021.

Adriana menilai, pendekatan yang dilakukan TNI belum tentu sama dengan pandangan masyarakat Papua. Lantaran itu, langkah baik yang dikemukakan Dudung tersebut masih berpotensi mendapat penolakan dari KKB.

Menurutnya, apabila pendekatan yang dilakukan militer belum mendapat sambutan baik, TNI perlu merangkul beberapa kelompok dan elemen masyarakat yang bisa menjembatani komunikasi dengan pihak KKB.

"Bisa saja TNI melakukan pendekatan ini selama KKB mau. Tapi kalau tidak, maka TNI perlu bekerjasama dengan elemen masyarakat sipil untuk membuka komunikasi dengan pihak KKB," tutur Adriana.

Dudung AbdurachmanKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman saat mengunjungi prajurit di kawasan Indonesia Timur. (Foto: dok. AD)

Peneliti LIPI itu menjelaskan, konflik bersenjata di Bumi Cendrawasih telah terjadi begitu lama hingga menyulitkan TNI untuk mendapatkan kepercayaan dari KKB di Papua. Hal itu, kata Adriana, bisa diselesaikan dengan melibatkan dukungan dari banyak pihak sipil setempat.

"Konflik bersenjata sudah berlangsung lama, selain berdampak langsung pada kehidupan warga kampung juga mengakibatkan persoalan trust (trust gap) khususnya di antara TNI dan KKB. Hal ini memerlukan persiapan dan dukungan dari banyak pihak," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, KSAD Dudung Abdurachman memerintahkan kepada prajurit TNI agar mampu merangkul kelompok bersenjata agar mereka bisa kembali ke pangkuan NKRI, terkait penanganan konflik di Papua.

Dalam instruksinya, Dudung meminta para prajurit menciptakan rasa saling menyayangi dan tidak menyakiti hati masyarakat setempat. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...