News

LPOI: Khilafah Bukan Solusi, Justru Menjadi Delusi!

LPOI: Khilafah Bukan Solusi, Justru Menjadi Delusi!
Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Jakarta - Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Imam Pituduh menyatakan khilafah bukan solusi dari persoalan kebangsaan, justru menjadi delusi. 

“Khilafah bukanlah solusi, tapi justru menjadi desepsi, delusi, destabilisasi, dan degradasi bangsa. Mereka jelas-jelas musuh agama dan musuh negara,” kata Imam Pituduh di Jakarta, dikutip Sabtu, 26 November 2022. 

Setiap masalah atau problematika yang hadir di tengah masyarakat seakan menjadi panggung tersendiri bagi pengusung khilafah untuk tampil beraksi menjadikan khilafah sebagai pemeran utama dan solusi atas segala problematika yang dihadapi umat. 

Hal itu bahkan telah menjadi suatu ritme berulang tersendiri yang sangat mudah untuk diidentifikasi, paparnya. 

Imam Pituduh mengungkapkan keberatannya akan klaim dari kelompok radikal yang menyebut bahwa khilafah adalah solusi persoalan kebangsaan dan global, termasuk jalan keluar atas segala persoalan ekonomi. 

Menurut dia, dalam konteks ekonomi sejatinya masyarakat sudah punya kekuatan ‘ekonomi Pancasila’ yang berbasis spirit gotong royong, sudah membumi, dijiwai dengan naps keislaman yang ramah, damai, dan toleran.

Founding fathers bangsa kita telah meletakkan dasar-dasar bernegara dengan benar sesuai dengan karakter Bangsa Indonesia. Kita sudah bernegara dengan baik dan benar. Tidak perlu tengak-tengok lagi,” kata pria yang juga mantan Wasekjen PBNU itu.

Dia mengatakan khilafah yang diusung kelompok radikal tersebut bukanlah solusi atas problema kebangsaan. Tentunya, gerakan kelompok tersebut bertentangan dengan spirit Islam yang sebenarnya. 

Karena, kata dia, Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan dan tidak pernah mencontohkan untuk membuat negara Islam. 

“Dan sebaliknya, Rasulullah SAW justru membangun Negara Madinah (Negara Peradaban) yang ramah, damai, toleran, dan menjamin keberagamaan dengan harmoni. Sebagaimana yang dapat dilihat dalam Piagam Madinah sebagai konsensus bernegara yang dicontohkan Rasulullah,” katanya. 

Menurut dia, konsensus dasar Bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 sudah sangat islami dan sesuai dengan spirit Islam yang rahmatan lil alamiin sehingga tidak perlu diragukan lagi. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 7 February 2023 | 18:05 WIB
Gempa bumi Magnitudo (M) 7,8 yang melanda Turki dan Suriah mengundang duka cita dari berbagai penjuru dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 11:24 WIB
Berikut lirik lengkap single Manusia Putus Asa milik Ayuenstar.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 7:15 WIB
Penyanyi solo Marion Jola kembali merilis single terbarunya yang berjudul Bukan Manusia.
Loading ...