News

Mahasiswa UI Tewas Dilindas Mobil Pensiunan Polri, Polisi: Lagi Mediasi Kok Tetiba Viral

Mahasiswa UI Tewas Dilindas Mobil Pensiunan Polri, Polisi: Lagi Mediasi Kok Tetiba Viral
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya terbaru Kombes Latif Usman. (foto: YouTube).

Jakarta - Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutrisno merespons kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Muhammad Hasya Atallah yang diduga tewas mengenaskan usai dilindas mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai oleh purnawirawan polisi berpangkat AKBP berinisial ES BW (Eko Setia Budi).

Sebelumnya, ayah korban, Adi Syaputra tidak terima pengusutan kasus kecelakaan lalu lintas pada 6 Oktober 2022 lalu di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hingga menewaskan putranya itu berjalan lamban. Padahal, ia telah melaporkan pengemudi Mitsubishi Pajero tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Menanggapi pernyataan ayah korban, Kompol Joko membantah tudingan yang menyebutkan seakan polisi tidak serius mengusut perkara ini. 

Baca juga: Mahasiswa UI Tewas Mengenaskan Dilindas Mobil Pensiunan Polisi di Jaksel

Joko bilang, permasalahan antara keluarga korban dengan terduga pelaku saat ini masih dalam proses mediasi, cuma belum menemui titik temu.

"Masalahnya ini mediasi, antara pengemudi Pajero dengan keluarga sudah terus mediasi. Tapi kenapa narasinya tidak kelanjutan masalah hukum. Dia tahu, kok bicara penegakan hukum enggak ada. Kan lagi mediasi belum ada titik temu," ucapnya, Kureta kutip dari Kumparan, Selasa, 29 November 2022.

"Polisi kalau pengemudi Pajero sedang mediasi dengan keluarga enggak bisa ikut campur," kata Joko menambahkan.

Menurut Joko, pengemudi Pajero itu sudah diperiksa dalam kasus tewasnya Hasya, juga dalam perkara ini yang bersangkutan dikenai wajib lapor sepekan sekali harus datang ke kantor polisi. 

"Diperiksa, malah dia lakukan wajib lapor absensi mingguan, wajib lapor hari Kamis," katanya.

Kompol Joko menuturkan, dalam perkara ini menurutnya sudah ada lima orang saksi yang diperiksa. Di antaranya rekan-rekan korban yang pada saat kejadian berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman memastikan, dalam kasus ini pihaknya sama sekali tak berupaya melindungi AKBP Eko Setia Budi yang sudah purnawirawan itu.

Kombes Latif mengaku menghargai proses mediasi di antara keduanya yang disebut sedang berlangsung. Dia juga mengaku kaget, kok berita purnawirawan polisi melindas mahasiswa tetiba viral.

"Sama sekali kami tidak melindungi, ini enggak benar, karena kita itu mau menghargai mereka mau mediasi, itu saja. (Makanya kasusnya) menjadi agak lama. Nah, kami sebenarnya menunggu mediasi itu. Tapi mediasi berjalan tiba-tiba ada berita viral," katanya.

Kata Latif, sebetulnya dari pihak keluarga korban dengan terduga pelaku sudah mengadakan upaya mediasi dan hingga saat ini prosesnya sedang berjalan. Lagi-lagi dia amat terkejut lantaran pihak keluarga korban Hasya malah melontarkan pernyataan terkait lambatnya proses hukum.

Lebih jauh, Kombes Latief mengatakan jika polisi sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengecek TKP dan melakukan gelar perkara pada Senin, 28 November 2022. Saat ini, kata dia, prosesnya masih berlanjut untuk menentukan status daripada kasus ini apakah akan naik ke tingkat penyidikan atau tidak. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 7 February 2023 | 18:05 WIB
Gempa bumi Magnitudo (M) 7,8 yang melanda Turki dan Suriah mengundang duka cita dari berbagai penjuru dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 11:24 WIB
Berikut lirik lengkap single Manusia Putus Asa milik Ayuenstar.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 7:15 WIB
Penyanyi solo Marion Jola kembali merilis single terbarunya yang berjudul Bukan Manusia.
Loading ...