News

Mengenal Curacao, Negara yang Menjadi Lawan Timnas dalam FIFA Matchday

Mengenal Curacao, Negara yang Menjadi Lawan Timnas dalam FIFA Matchday
Pelatih dan pemain Curacao jelang laga FIFA Matchday, Sabtu, 24 September 2022. (Foto: PSSI)

Jakarta - Timnas senior Indonesia bakal bertanding melawan timnas Curaçao pada ajang FIFA Matchday di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung pada Sabtu, 24 September 2022. 

Curacao? Sebuah negara yang masih asing di telinga orang Indonesia apalagi publik sepak bola.

Curacao memang tergolong negara baru. Berdaulat, otonom, tapi masih di bawah pengaruh Kerajaan Belanda. 

Curacao menjadi negara baru, setelah memisahkan diri dari Antillen Belanda pada 10 Oktober 2010 lalu. Ibu kotanya adalah Willemstad.

Wilayahnya kecil. Terletak di Karibia, dengan luas hanya 444 kilometer. Dua kali wilayah Kota Bogor saja. Penduduknya kira-kira satu stadion Narendra Modi di Ahmedabad, India. Hanya 155 ribu.

Tapi, dalam sepak bola, mereka negara hebat. Jika ungkapan klasik di kita masih sulit mencari 11 pemain dari 275 juta penduduk, mereka memiliki tim yang kuat. Tak sulit bagi Curacao menemukan 11 pemain dari 155 ribu warganya.

Gregg Berhalter, pelatih timnas Amerika Serikat di Piala Emas Concacaf 2019 lalu, punya pandangan tersendiri atas tim Curacao.

“Kalian ingin kami habis-habisan dan mengalahkan mereka 5-0. Tapi kami tahu, ini akan jadi pertandingan yang berat. Mereka tahu tak ada lagi esok hari jika mereka kalah,” katanya, dilansir dari laman PSSI, Jumat, 23 September 2022.

AS adalah lawan Curacao di perempat final Piala Emas Concacaf 2019 itu. Mereka beruntung, main di hadapan publik sendiri. Mereka juga sangat beruntung memiliki kiper Zack Steffen. 

Empat kali dia melakukan penyelamatan gemilang. Kalau tidak, Curacao sudah melaju ke perempat final. Curacao hanya kalah tipis 0-1.

Remko Centini, pelatih Curacao yang saat itu juga menangani timnas di Piala Emas Concacaf, bangga dengan performa pasukannya. 

Bukan hanya nyaris mengalahkan AS, yang akhirnya maju ke final sebelum dikalahkan Meksiko, tapi juga karena penampilan di penyisihan grup.

Jika di edisi sebelumnya, 2017, Curacao selalu kalah dan tak mencetak sebiji gol pun, kali ini mereka lolos ke perempat final tanpa kebobolan satu gol pun.

Curacao memiliki pemain bagus. Rata-rata berkiprah di Belanda. Sebagian adalah yang lahir di Negeri Dam itu. Tak heran, sebagian di antara mereka berkiprah di klub-klub Belanda.

Baca juga:

Jelang FIFA Match Day Lawan Curacao, Timnas Matangkan Strategi

Ada yang main di level tertinggi, Eredivisie, ada pula yang di bawahnya. Satu yang kian bersinar adalah Quilindschy Hartman. 

Sayangnya, Feyenoord, satu dari tiga klub terbaik Belanda, tak melepasnya melakukan debut bersama Curacao di Indonesia karena masih harus memulihkan cedera.

Tak sedikit pula yang merumput di liga-liga lainnya di Eropa. Dua bersaudara Leandro dan Juninho Bacuna main di klub Inggris

Leandro main di klub kasta tinggi semisal Aston Villa, Reading, dan Cardiff City. Juninho memperkuat Birmingham City.

Timnas mereka juga dibangun pelatih-pelatih hebat. Tentu dengan memanfaatkan koneksi Belanda. 

Dua nama terkenal pernah menukangi, yakni Guus Hiddink dan Patrick Kluivert. Hiddink, salah satu pelatih terbaik Belanda, bahkan menjadikan Curacao sebagai tim terakhir yang ditangani sebelum pensiun. 

Berikut daftar pemain Curacao yang dibawa ke Indonesia:

Kiper: Trick Bodak (Jong PSV/Belanda), Jean-Marc Antersijn (IFK Ekskilstuna/Swedia), Rowendy Sumter (RKSV Scherpenheuvel/Curacao).

Belakang: Michael Maria (NAC Breda/Belanda), Shanon Carmelia (USV Hercules/Belanda), Ehu-Endly Martina (Go Ahead Eagles/Belanda),
Darryl Lachman (Perth Glory/Australia), Justin Ogenia (Willem II/Belanda).

Gelandang: Vurnon Anita (RKC Waalwijk/Belanda), Leandro Bacuna (Cardiff City/Inggris), Juninho Bacuna (Birmingham City/Inggris)
Nathangelo Markelo (Excelsior/Belanda), Roly Bonevacia (Al Tadhamon/Kuwait), Kevin Felida (RKC Waalwijk/Belanda), Kenji Gorre (Boavista/Portugal), Elson Hooi (Al Tadhamon/Kuwait).

Penyerang: Rangelo Janga (CFR Cluj/Rumania), Gino Van Kessel (Gyirmót FC Gyor/Hungaria), Jarchinio Antonia (NAC Breda/Belanda)
Jeremy Antonisse (Jong PSV/Belanda), Gevaro Nepomuceno (tanpa klub), Bryan Anastatia (CRKSV Jong Holland/Curacao).

Pelatih: Remko Bicentini (Belanda, 54 tahun). []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 20:18 WIB
Relawan Jokowi sayangkan sikap Partai NasDem yang terlalu cepat mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:50 WIB
Film Sri Asih semula diagendakan tayang pada 6 Oktober 2022, diundur menjadi 17 November 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 18:11 WIB
Berikut daftar lengkap harga tiket Woke Up Fest 2022.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 17:59 WIB
OneRepublic dipastikan bakal manggung di Indonesia dalam gelaran festival musik bertajuk Woke Up Fest 2023 alias WUF 2023.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 16:41 WIB
Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah meminta lembaga penyiaran termasuk TV dan Radio memboikot pelaku KDRT, termasuk Rizky Billar.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:46 WIB
Eby Bima mengaku bersyukur mampu lolos ke bakal 24 besar di ajang kompetisi bernyanyi Dangdut Academy 5.
News
Fernandho Pasaribu - 3 October 2022 | 14:38 WIB
Ferdinand Hutahaean berpandangan, Partai NasDem sama sekali tidak menunjukkan empati kepada ratusan korban dan para keluarga korban.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 14:07 WIB
Eva Anindita yang dikenal publik dengan peran protagonis, mengaku menikmati karakter jahat yang kini diperankannya di sinetron Cinta 2 Pilihan.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 13:17 WIB
Gelaran Levi\'s Music Project 2022 bakal diselenggarakan dengan tema INDUSTRY 101.
News
Eno Dimedjo - 3 October 2022 | 12:34 WIB
Stray Kids resmi mengumumkan rencananya untuk menyambangi Indonesia dalam rangkaian tur konser keliling dunia bertajuk Maniac.
Loading ...