News

Menkeu Sri Mulyani: Kebiasaan Korupsi Membuat Pemerintahan Tak Transparan

Menkeu Sri Mulyani: Kebiasaan Korupsi Membuat Pemerintahan Tak Transparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akibat korupsi, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bisa berkurang. 

"Masyarakat tak lagi bisa percaya pemerintah yang korup, sehingga akan terjadi gejolak politik sosial, menciptakan kesenjangan yang luar biasa, menciptakan kerusakan dalam kehidupan sosial ekonomi," kata Sri Mulyani dalam webinar Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Kementerian Keuangan, Kamis, 9 Desember 2021.

Dia melanjutkan kebiasaan korupsi juga membuat pemerintahan tidak transparan karena ada orang yang membeli, membagi jabatan dan promosi seseorang dalam jabatan melalui tindakan korupsi.

Oleh karena itu, pencegahan korupsi juga harus dilakukan di berbagai negara untuk pembangunan sistem yang harus lebih tahan terhadap kemungkinan terjadinya perilaku korupsi, masalah budaya dan integritas yang jadi fondasi utama.

"Integritas adalah akuntabilitas ditambah dengan kompetensi dan etika, minus korupsi," ucapnya.

Menurutnya, karakter atau anti korupsi sangat diperlukan. Dibutuhkan memahami apa yang menjadi hak dan apa yang tidak boleh atau boleh dilakukan.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan korupsi bisa membuat ekonomi dan demokrasi sebuah negara terganggu. Menurutnya, korupsi ini adalah penyakit yang berbahaya dan harus dihindari demi menjaga kinerja perekonomian.

Sri Mulyani menjelaskan korupsi ini adalah bahaya yang sangat nyata.

"Korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan akan menurunkan kinerja dari sistem demokrasi. Ini penyakit yang ada dan bisa menghinggapi dan menggerus fondasi masyarakat dan negara," katanya. 

Selanjutnya, korupsi juga akan menciptakan kemiskinan karena tidak ratanya perekonomian apabila terus dilakukan. Masyarakat bisa makin tertekan dan jumlah kemiskinan bisa meningkat. Korupsi juga akan membuat kegiatan produktif terganggu. Investasi dan kesempatan kerja yang harusnya bisa disediakan akan terganggu, hal ini bisa menyebabkan kemiskinan meningkat.

"Siapapun yang punya modal akan berpikir seribu kali apakah bisa melakukan kegiatan produktif tanpa menjadi korban dari korupsi yang merajalela,"katanya.

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 25 May 2022 | 22:44 WIB
Saur Tumiur Situmorang mengatakan, tambang sering sekali menimbulkan hal-hal baru terkhusus pada perempuan.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:47 WIB
Pria lanjut usia (lansia), Juned Nasution (60) yang hanyut disela minum tuak di pinggir Sungai Denai, Kota Medan, ditemukan tewas
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:43 WIB
Cuaca buruk diprediksi berpotensi terjadi disejumlah wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) besok, Kamis, 26 Mei 2022.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:41 WIB
Seorang ayah di Sulbar kehilangan uang puluhan juta akibat ditipu penelpon gelap
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:35 WIB
DPD Gerindra Sulbar sudah mulai panaskan mesin politik Pilgub 2024.
News
Rio Anthony - 25 May 2022 | 21:31 WIB
Dugaan penghinaan Bendera Merah Putih di Majene, praktisi hukum menilai terkesan dibiarkan polisi.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 21:14 WIB
Strategi komunikasi yang dirancang oleh Carl Byoir Indonesia sukses mengantarkan Samsung meraih penghargaan The Best PR Campaign Award.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 20:39 WIB
Gita Bhebhita memiliki latar kepribadian yang tak jauh berbeda dengan karakter Sarma di film Ngeri Ngeri Sedap.
News
Eno Dimedjo - 25 May 2022 | 20:11 WIB
Selain hampir 100 persen syuting di wilayah Danau Toba, film Ngeri Ngeri Sedap juga mengoptimalkan lebih dari 100 orang bintang dan kru lokal.
News
Fernandho Pasaribu - 25 May 2022 | 19:10 WIB
Anggota DPR menilai pemerintah perlu memberikan kompensasi kepada peternak sebagai salah satu upaya dalam rangka menanggulangi serangan wabah PMK.
Loading ...