News

Miris, Tak ada Kendaraan Menjemput, Ibu Hamil di Mabar NTT Ditandu Sejauh 3 KM

Miris, Tak ada Kendaraan Menjemput, Ibu Hamil di Mabar NTT Ditandu Sejauh 3 KM
Warga di Manggarai Barat NTT menandu ibu hamil sejauh 3 KM karena jalan di kampungnya tak ada mobil yang menjemput. (Foto: Kureta/Netizen)

Labuan Bajo - Seorang ibu hamil berinisial FN, 26 tahun warga Kampung Ba'ang Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa ditandu sejauh 3 KM oleh warga setempat lantaran tidak ada kendaraan yang bisa menjemput.

Diketahui jalan di desa tersebut ternyata belum diaspal, peristiwa itu bukan pertama kali terjadi dan sering dialami warga Desa Golo Ndari. Peristiwa yang dialami oleh Ibu hamil berinisial FN  itu ketika hendak melahirkan bayinya di Puskesmas Datak yang jarak dengan kampung pasien sekitar 6 Kilo meter.

Baca juga: Perempuan Manggarai Timur Bersaing di Pasar Modern Melalui Hasil Tenun

Sebelum sampai di Puskesmas, pasien itu melahirkan bayinya di tengah jalan. Beruntung dua orang bidan desa membantunya untuk proses melahirkan bayinya.

ManggaraiSebelum tiba di RS, ibu hamil tersebut melahirkan di jalan. (Foto: Kureta/Netizen)

"Sekitar 3 KM jaraknya dari kampung pasien melahirkan, kami ada di sana membantunya. Setelah melahirkan kami teruskan membawa pasien dan bayi ke Puskesmas," tutur Ernesty Inggur seorang bidan desa, ketika dihubungi Kureta.id, Senin 29 November 2021 malam.

Baca juga: Pelaku Maling Barang Kios di Manggarai Ditangkap Polisi

Peristiwa itu kata Esty sering terjadi, lantaran kondisi infrastruktur jalan di desa tersebut belum bagus.

"Kami sering mengalami kejadian seperti itu, jadi kami dan warga sudah terbiasa," lanjut Esty.

Melihat peristiwa itu, Netizen geram dan menyindir pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

TanduWarga menandu ibu hamil di Manggarai Barat NTT. (Foto: Kureta/Netizen)

"Ironi kota super premium Labuan Bajo. Elit kotanya, melarat desanya. Labuan Bajo tak se-pandang," tulis caption foto peristiwa itu yang dibagikan oleh akun Facebook Hans Juang.

Baca juga: Pria di Manggarai Timur Ditemukan Tewas Membusuk di Kosnya

Menanggapi tulisan tersebut, akun Facebook Emanuel Habur ikut berkomentar menyentil soal janji politik pemimpin di kabupaten kota super premium itu.

"Masi nina bobo, mereka tunggu lima tahun lagi baru mereka bangun untuk janji manis. Ini bukan kali pertama setidaknya Pemda buka mata melihat rakyatmu," komentar akun Facebook Emanuel Habur.

Ketika dikonfirmasi Kureta.id melalui gawainya, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Paul Mami belum menanggapi. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Andi Nasution - 17 January 2022 | 20:04 WIB
Pemko Medan saat ini memiliki 20 ribuan dosis vaksin lanjutan (booster) yang akan diprioritaskan kepada lansia yang sudah dua kali disuntik vaksin.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:50 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Riko Sunarko beserta pejabat Polrestabes Medan lainnya terancam mendapat sanksi tegas jika terima suap narkoba.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:38 WIB
Jokowi menyempatkan diri untuk berbincang-bincang bersama para pedagang pasar yang mendapatkan bantuan.
News
Rio Anthony - 17 January 2022 | 18:34 WIB
Dua perampok rumah warga berinisial ZN dan IJF di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap polisi.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:25 WIB
Terkait dengan pemberangkatan jamaah haji dari Kabupaten Cirebon, Imron mengaku masih menunggu keputusan dari pusat.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkemungkinan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Wali Kota Bekasi Pepen.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:17 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan 11 konflik besar yang terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa karena ketidakadilan.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:56 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi pelaporan yang dilakukan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun terhadapnya ke KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:43 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk meniadakan daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia ditengah Omicron merajalela
News
Fernandho Pasaribu - 17 January 2022 | 17:41 WIB
BNN RI berhasil mengungkap kasus kejahatan narkotika dengan barang bukti sabu jaringan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau.
Loading ...