News

Penendang Sesajen di Semeru Pernah di DO UIN Sunan Kalijaga

Penendang Sesajen di Semeru Pernah di DO UIN Sunan Kalijaga
Hedfana Firdaus, yang menendang sesajen di Gunung Semeru, Jawa Timur, jadi tersangka kasus penistaan agama. (foto: tangkapan layar).

SlemanHadfana Firdaus, pria penendang sesajen Semeru, ternyata berstatus mahasiswa Drop Out (DO) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pihak UIN Yogya membeberkan alasan Hadfana di-DO dari kampus tersebut.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Phil AL Makin menjelaskan, Hadfana Firdaus pernah tercatat sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga pada 2011.

Namun pada 2014, ia dikeluarkan karena berturut-turut tidak membayar uang kuliah dan tidak aktif kuliah.

Baca juga: Tendang Sesajen, Hedfana Firdaus Tersangka Kasus Penistaan Agama

"Pernah kuliah di UIN tercatat di Prodi Bahasa Arab. Kuliah sampai semester 6. Mulai dari 2011-2012 sudah tidak lagi melakukan pembayaran maka saudara HF ini sudah dinyatakan DO pada tahun akademik 2013-2014 karena tidak melakukan daftar ulang lebih dari 3 kali," kata Al Makin, Jumat 14 Januari 2022.

Hadfana kembali mendaftar di UIN pada jenjang S-2, namun belum ditetapkan sebagai mahasiswa S-2 kareta tidak melakukan pendaftaran ulang dalam waktu yang telah ditentukan.

"Artinya belum resmi menjadi mahasiswa (S-2) UIN," tegasnya.

Baca juga: Hadfana Firdaus Sempat Berpindah-pindah Usai Tendang Sesajen di Gunung Semeru

Terkait perbuatan Hadfana, Al Makin menyebut apa yang dilakukan oleh Hadfana dengan menendang sesajen itu tidak mencerminkan keberagaman dan jauh dari pendidikan yang diajarkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Jelas itu tidak sesuai dengan sikap kita. UIN ini punya tradisi yang kuat dalam dialog antaragama. Dari penelitian, UIN dinilai sebagai peletak dasar kerukunan, peletak dasar toleransi yang memengaruhi skala nasional. Ini tidak sesuai dengan core value kita," ujar Al Makin.

Di sisi lain UIN juga kecewa dengan adanya kasus ini. Namun, hal itu jangan sampai menjadi dasar untuk membunuh karakter seseorang.

"Ya kecewa pasti kecewa, bangsa Indonesia pasti kecewa. Tapi kekecewaan itu ya jangan lalu membunuh karakter seseorang," ujarnya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 12 August 2022 | 23:27 WIB
Film Sri Asih, superhero kedua dari Jagat Sinema Bumilangit diagendakan tayang perdana di layar bioskop pada 6 Oktober 2022.
News
Eno Dimedjo - 12 August 2022 | 22:53 WIB
Bintang K-Pop Kwon Bo-ah alias BoA dikabarkan positif terinfeksi Covid-19
News
Eno Dimedjo - 12 August 2022 | 21:44 WIB
Indra Lesmana terpaksa mengundur jadwal konser tunggal pertamanya akibat positif terinfeksi Covid-19.
News
Fernandho Pasaribu - 12 August 2022 | 21:23 WIB
Tito Karnavian menyebutkan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua Selatan berdampak positif.
Alur
Fernandho Pasaribu - 12 August 2022 | 21:16 WIB
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat mencegah penipuan dalam sistem perbankan.
News
Fernandho Pasaribu - 12 August 2022 | 21:12 WIB
Ahmad Muzani mengklaim bahwa semua kader menginginkan Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024.
News
Fernandho Pasaribu - 12 August 2022 | 20:54 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah di Papua Barat akan dapat memajukan wilayah tersebut.
News
Fernandho Pasaribu - 12 August 2022 | 20:47 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas memusnahkan pakaian bekas impor sebanyak 750 bal senilai Rp 8 miliar.
News
Eno Dimedjo - 12 August 2022 | 20:46 WIB
Dua penampil festival musik Synchronize Fest 2022, Dirty Ass dan Munhajat, sukses melakukan pemanasan di gelaran From Bintan With Love.
News
Eno Dimedjo - 12 August 2022 | 20:11 WIB
Blackpink bakal mengemas rilisan fisik untuk album terbaru bertajuk Born Pink dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Loading ...