Alur

Profil Ruhut Sitompul Politikus 3 Rezim, Sekarang Gempur Anies Baswedan

Profil Ruhut Sitompul Politikus 3 Rezim, Sekarang Gempur Anies Baswedan
Politikus Ruhut Sitompol. (foto: istimewa).

Jakarta - Sosok Ruhut Sitompul kerap mendapat sorotan publik, karena tak jemu-jemunya menggempur calon presiden (capres) Pemilu 2024 yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan. 

Teranyar, pria yang pernah menjadi aktor film, beken dengan nama tokoh "Poltak Raja Minyak dari Medan" itu mengunggah meme teks bertuliskan "Anis ngemis ngemis minta jadi pembicara muktamar muhamadiah di Solo, tapi ditolak panitia, duh malunya."

Sebetulnya, bukan kali ini saja Ruhut menyerang pribadi Anies Baswedan. Beberapa waktu lalu saat Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ruhut sempat mengunggah meme Anies mengenakan baju adat suku Dani, Papua, melalui akun Twitter-nya. 

Alhasil, terkait postingan itu, ada pihak yang tidak suka dengan unggahan dugaan rasialisme dilakukan Ruhut, berujung pada pembuatan laporan polisi. Namun, hingga kini kasus tersebut masih mengambang, tidak jelas arah penyelidikannya.

Sepak Terjang Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul dapat dikatakan merupakan politisi kawakan. Dia sudah menjadi politikus di tiga rezim pemerintahan. Dia disebut-sebut sudah bergabung dengan Partai Golkar sejak tahun 1983, saat rezim Orde Baru Presiden Soeharto berkuasa.

Sebelum menjadi politisi, Ruhut sempat berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad). Dia lalu melanjutkan kariernya sebagai advokat.

Pengacara kelahiran Medan, 24 Maret 1954 ini tercatat sempat menjadi kuasa hukum Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Kedekatannya dengan orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu membuatnya turut mendapat porsi sebagai pembela beberapa yayasan milik mantan Presiden Soeharto. Tugas itu tergolong tidak mudah. Sebab, yayasan-yayasan tersebut adalah satu jalan bagi Soeharto dan kroni-kroninya untuk memperkaya diri.

Baca juga: Profil Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Nyentrik Jadi Fotografer G20 Bali

Ruhut terbilang piawai memicu dan mengelola konflik. Tak sedikit awam hingga pejabat di pemerintahan pada akhirnya paham dengan watak anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean itu.

Ruhut bisa memantik kontroversi dengan mudah, membuat ucapan yang terkadang rasis, berujung pada permohonan maaf. Kendati begitu, tidak sedikit juga masalah yang diselesaikan berlarut-larut hingga memantik emosi publik.

Contoh ucapan rasis yang pernah dilontarkan Ruhut ialah soal "Arab tidak pernah membantu Indonesia". Hal itu diucap kala Ruhut berdebat dengan Fuad Bawazier, saat kampanye tahun 2009 silam. Kejadian itu pun sempat menyulut kemurkaan para anggota Front Pembela Islam (FPI), serta keturunan Arab dan umat Islam. Meski belakangan, Ruhut meminta maaf secara pribadi dan atas nama partai atas gaduhnya efek dari pernyataan tersebut.

Kala itu, sarjana hukum Unpad itu sudah berjaket Partai Demokrat sejak tahun 2004. Demokrat adalah parpol terkuat di rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alhasil, kasus pernyataan rasis itu pun mandek, alias tak berlanjut hingga ke meja hijau pengadilan.

Ruhut SitompulPolitisi PDI Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul. (foto: istimewa).

Meneruskan catatan wikipedia, pada 20 November 2009, Ruhut pernah mengeluarkan pernyataan siap telinganya dipotong jika dana bailout Rp 6,7 triliun Bank Century mengalir ke Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berdekatan dengan pernyataan sebelumnya, Ruhut juga menyatakan bahwa lehernya siap ditebas pedang jika putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono juga menikmati uang dari kasus Bank Century.

Jejak digital juga menyebutkan, Ruhut sempat menyatakan bahwa lehernya siap ditebas apabila Ketua Panitia Khusus Hak Angket Bank Century tidak diduduki oleh Idrus Marham. Pada 20 Desember 2009, Ruhut kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa ia rela dirajam jika Boediono dan Sri Mulyani tidak hadir saat dipanggil sebagai saksi terkait kasus Bank Century. 

Ruhut menilai Partai Demokrat amat dirugikan. Menurutnya, nama putra bungsu Presiden SBY Edhie Baskoro, Joko Suyanto, Andi, Rizal, dan Choel difitnah menerima uang Bank Century.

Selain itu, Ruhut juga pernah berseteru dengan pengamat politik Boni Hargens dan pengacara Hotman Paris Hutapea. Khusus dengan Hotman, Ruhut kerap bertentangan pandangan. Perdebatannya sampai-sampai menyeret masalah personal di dalam debat kusir.

Kisah Ruhut yang berkonflik dengan lawan bicaranya sudah kerap terjadi. Namun, politisi ini amat pandai memainkan ritme, tahu waktu kapan menyerang. Di sisi bersamaan, tahu kapan waktu terbaik menyanjung lawan bicaranya.

Baca juga: Profil Wishnutama, Otak di Balik Suksesnya Gala Dinner KTT G20 Bali

Ruhut pun sempat mendapat teguran dari elite Demokrat lainnya, karena ulahnya yang kontroversial. Puncaknya, pada Oktober 2016, Demokrat memecat Ruhut karena dianggap membelot dari putusan partai saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Ruhut pun ikut mundur sebagai anggota DPR.

Kala itu, Ruhut disoroti saat menyuarakan secara terang-terangan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, bukan mengampanyekan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendapatkan kursi DKI-1. Meski belakangan sikap itu dinilai mubazir. Sebab, yang memenangkan Pilkada adalah pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ruhut SitompulPolitisi PDI Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul. (foto: istimewa).

Kini, Ruhut sudah berlabuh di PDI Perjuangan (PDIP), parpol utama yang membekingi kekuatan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode pemerintahan.

Setelah resmi menjadi kader PDIP, Ruhut pun berucap terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Kendari begitu, Ruhut enggan mengungkap jabatannya di PDIP. Dia mengaku tak menjabat sebagai apapun dan cukup hanya sebatas loyalis. "Si Poltak" juga mengaku sudah mendukung kader-kader PDIP dalam berbagai hajatan politik, mulai dari majunya Jokowi-Ahok di Pilkada DKI Jakarta hingga Jokowi dicalonkan sebagai presiden.

Ruhut pun mengaku di mana pun ia dipercaya sebagai kader parpol, maka dapat dipastikan dirinya selalu menjadi kader yang paling loyal dan akan mengerahkan kemampuannya secara total. 

"Saya kan di mana saja saya pasti loyalis. Di Golkar saya total, di Demokrat saya total. Di PDIP saya pasti lebih total," tutur Ruhut Sitompul. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Tigor - 28 November 2022 | 22:41 WIB
Ghana mampu membendung serangan Republik Korea untuk tidak jebol di menit akhir babak kedua.
News
Eno Dimedjo - 28 November 2022 | 21:32 WIB
Platform Melon Indonesia resmi mengumumkan rebranding menjadi Nuon Digital Indonesia.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:49 WIB
Bobby mengatakan, kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 Desember 2022.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:42 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan Komisi I DPR menggelar fit and proper test KSAL Yudo Margono calon Panglima TNI.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan para menteri pembantu Jokowi akan keroyokan menindaklanjuti hasil kesepakatan KTT G30 di Bali.
News
Tigor - 28 November 2022 | 20:24 WIB
Serbia dan Kamerun terlibat duel seru.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 20:03 WIB
usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru erupsi dua kali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk membentuk gugus tugas (task force) khusus guna menindaklanjuti KTT G20 di Bali.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:17 WIB
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan RKUHP akan hapus pasal karet UU ITE.
News
Morteza Syariati Albanna - 28 November 2022 | 19:09 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan, hingga Senin ini tercatat ada 323 orang meninggal dunia pascagempa bumi 5.3 M di Cianjur, Jabar.
Loading ...