News

Puan Maharani Kenalkan Cara Kerja DPR RI ke Gen Z

Puan Maharani Kenalkan Cara Kerja DPR RI ke Gen Z
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Kureta/istimewa)

Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengenalkan cara kerja para wakil rakyat kepada generasi Z. Hal tersebut disampaikan Puan saat membuka acara Parlemen Remaja yang merupakan program DPR RI, Senin 13 September 2021.

Pembukaan acara Parlemen Remaja dilakukan secara hybrid, gabungan luring dan daring. Perwakilan peserta Parlemen Remaja mengikuti ceremony dengan menerima palu sidang dari pimpinan DPR.

DPR RI merupakan rumah rakyat, tempat disusunnya keputusan-keputusan politik yang bertujuan untuk menyejahterakan rakyat,” kata Puan.

Menurut Puan, meski setiap fraksi memiliki warna politiknya masing-masing, namun semua tetap berada di dalam bingkai Merah Putih, yakni warna Indonesia.

Kepada peserta, Ketua DPR RI Perempuan pertama di Indonesia itu mengungkap bagaimana program Parlemen Remaja digelar agar generasi muda memahami cara kerja demokrasi di parlemen. Selain itu juga, kata Puan, untuk memastikan demokrasi bekerja menghasilkan keputusan terbaik bagi rakyat.

“Kalian akan merasakan bahwa di dalam kerja-kerja demokrasi, kita bukan hanya harus berbicara tetapi bahwa kita juga harus mau mendengar. Bahwa kita harus saling menemukan titik temu yang terbaik untuk mengambil keputusan,” tuturnya.

Menurut Puan, meski setiap fraksi memiliki warna politiknya masing-masing, namun semua tetap berada di dalam bingkai Merah Putih, yakni warna Indonesia. Dia mengatakan hal tersebut sebagai salah satu wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika.

“Yaitu bagaimana kita semua berbeda-beda tetapi tetap bersatu terutama ketika urusannya itu untuk NKRI, untuk rakyat Indonesia,” tegas Puan.

Mantan Menko PMK itu mengingatkan, kebinekaan bangsa harus menjadi sumber kekuatan dari persatuan, bukan sumber perpecahan. Untuk itu, disebut Puan, semua pihak harus mengedepankan penerapan Pancasila dalam setiap unsur kehidupan.

“Bahwa Pancasila yang merupakan jiwa bangsa tidak semata-mata ditempatkan sebagai slogan, simbol, dan semacamnya,” sebut Cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

“Kita harus yakin seyakin-yakinnya, bahwa selama Pancasila masih ada di hati orang Indonesia, masih ada di hati kalian dan di hati kita semua. Maka selama itu juga Indonesia akan terus ada,” tambah Puan.

Program Parlemen Remaja berlangsung dari tanggal 13-17 September 2021. Puan mengatakan, peserta yang merupakan generasi Z akan belajar cara wakil rakyat bekerja dalam mengambil keputusan.

“Kalian akan belajar dengan simulasi beberapa kegiatan utama yang dilakukan di DPR. Seperti Kunjungan Kerja, Rapat Dengar Pendapat Umum, Rapat Kerja, dan Rapat Paripurna,” ungkapnya.

Tak hanya mendapat informasi mengenai cara kerja DPR, peserta acara juga akan mendapat berbagai pelatihan dari sejumlah narasumber. Kemudian juga ada diskusi interaktif mengenai isu-isu terkait, termasuk dari influencer. ***

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 23:04 WIB
Komisaris Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT. Mon Jambee, H. Subarni, menjamin tidak akan ada permainan harga beli sawit.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:29 WIB
Musisi Fariz RM menyapa penggemarnya di tengah pandemi Covid-19 lewat konser musik bertajuk Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:14 WIB
Akmal Ibrahim terlihat semringah sepanjang kegiatan peresmian PKS di Abdya.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:46 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati menyambut baik instruksi Presiden Jokowi menindak tegas perusahaan pinjol.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:12 WIB
Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta OJK menghapus pemberian akses IMEI kepada perusahaan pinjaman online.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:55 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga non PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akan disanksi apabila tak mau divaksin.
News
Fahzian Aldevan - 16 October 2021 | 17:48 WIB
Mantan ajudan Terdakwa Nurdin Abdullah mengaku uang 200.000 dolar Singapura dari kontraktor diterima langsung Nurdin
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:43 WIB
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata memiliki total kekayaan Rp38,4 miliar.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 14:41 WIB
Sebanyak sebelas siswa MTs Harapan Baru ditemukan dalam keadaan tewas usai hanyut di Sungai Cileueur Leuwi.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 14:29 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama lima orang lainnya
Loading ...