Opini

Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Aplikasi SIMRS

Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Aplikasi SIMRS
Rini Fitri Agustia. (Foto: Kureta/Istimewa)

Oleh: Rini Fitri Agustia.
Mahasiswi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Rumah Sakit merupakan sebuah institusi serba kompleks, padat pakar dan padat karya yang memperhatikan dua aspek sekaligus. Di satu sisi harus menjadi lembaga usaha yang memiliki fungsi aspek sosial berupa upaya pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, namun di sisi lain ia harus menjalani aspek bisnis dimana rumah sakit tidak boleh rugi demi kelancaran tugas dan fungsinya.

Sebab itu tentu dibutuhkan manajemen organisasi yang tersistem dan terintegrasi agar organisasi tersebut bisa berjalan secara efektif dan efisien. Untuk mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya, setiap rumah sakit harus menerapkan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik, dimana rumah sakit harus menjalankan fungsi manajemen berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi, responsibilitas, kesetaraan dan kewajaran.

"Salah satu bagian dari manajemen rumah sakit adalah manajemen keuangan. Bagian ini bila tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan kewalahan manajer keuangan rumah sakit itu sendiri dalam proses pengelolaan keuangan yang dimulai dari perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, penata usahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban," tulis Rini Fitri Agustia, Mahasiswi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Senin, 23 Mei 2022 di Aceh Barat Daya.

Baca juga: Surat Sahat Sinurat: Mudik Lancar, Rakyat Bahagia

Kata dia, dalam hal penatausahaan keuangan berupa pengumpulan bukti transaksi, pencatatan, dan pengikhtisaran data semua transaksi dan informasi kejadian keuangan sering terjadi kesalahan. Hal ini muncul ketika dilakukan audit keuangan oleh pihak eksternal.

Pihak rumah sakit harus dapat memberikan berkas-berkas yang sudah berlalu, transaksi yang terlalu banyak disertai dengan berkas yang banyak pula, tak jarang ada berkas terlupakan atau terselip karena sudah menumpuk dan menggunung, hal ini terkesan rumah sakit membuat laporan keuangan yang tidak sehat.

"Ini tentu menjadi momen yang melelahkan dan membuat stress yang tidak sehat bagi pihak rumah sakit sehingga mengganggu pelaksanaan anggaran tahun berjalan," sebutnya.

Kemudian, lanjutnya, sistem keuangan manual juga sering mengakibatkan miskomunikasi antara Pengguna Anggaran, Pejabat Penatausahaan Keuangan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, apalagi kalau kurang koordinasi antar sesama pejabat sehingga ketika dilakukan evaluasi, tiba-tiba tidak cukup anggaran untuk membayar kegiatan.

Baca juga: Surat Sahat Sinurat: Jokowi, Elon Musk, dan Masa Depan Kita

Ditambah lagi kalau rumah sakitnya masih menggunakan pendekatan line item budgeting dalam penyusunan anggarannya dimana penetapan anggaran didasarkan pada dan dari mana dana berasal (pos-pos penerimaan) dan untuk apa dana tersebut digunakan (pos-pos pengeluaran), hal ini sering menyebabkan utang yang tak bisa dikendalikan.

"Maka, untuk memudahkan semua urusan keuangan, hendaknya rumah sakit memiliki sebuah aplikasi sistem informasi manajemen keuangan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) secara keseluruhan," ujarnya.

Lanjutnya, banyak kemudahan dari aplikasi ini dimana semua pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan terinput dalam sebuah sistem terkomputerisasi dan memiliki kemampuan komunikasi data (interoperabilitas). Semua bahan-bahan yang dibutuhkan diupload oleh setiap pengguna yang bertanggung jawab.

Apa Itu Simrs

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 tahun 2013, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan (SIK).

Baca juga: Buah Perjuangan Perempuan dari Masa ke Masa

Lanjutnya, dalam peraturan menteri itu disebutkan bahwa setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan SIMRS dan SIMRS harus memiliki kemampuan komunikasi data (interoperabilitas) dengan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).

Apa itu Interoperabilitas

Interoperabilitas adalah kemampuan dari dua atau lebih sistem atau komponen untuk berbagi pakai data/ informasi dimana suatu aplikasi bisa berinteraksi dengan aplikasi lainnya melalui suatu protokol yang disetujui bersama lewat bermacam-macam jalur komunikasi, biasanya lewat network TCP/IP dan protokol HTTP dengan memanfaatkan file XML.

Ada pun tujuan dari sistem informasi dan manajemen keuangan rumah sakit, lanjutnya, adalah untuk mempercepat, mempermudah, meringankan beban kerja pelayanan, serta menghemat kertas dalam pencetakan laporan akhir periode.

"Menurut informasi yang diperoleh dari sebagian besar rumah sakit di Aceh, hampir semua rumah sakit di Aceh belum menggunakan aplikasi keuangan yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen rumah sakitnya,"sebutnya.

Katanya, pada dasarnya semua rumah sakit di Aceh sudah memiliki aplikasi SIMRS, namun belum diterapkan dengan baik. Tentang ini, banyak faktor penyebabnya, seperti kurangnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam mengelola sistem informasi, fasilitas kurang memadai, dan lemahnya komitmen dari pengguna dalam hal ini semua petugas yang bertanggung jawab untuk menginput data.

Baca juga: Menjunjung Demokrasi: Menuju Presiden Tiga Periode untuk Indonesia Emas

Lanjutnya, pada sebagian rumah sakit yang sudah menerapkan SIMRS, sistem informasi hanya sebatas penggunaan pada pelayanan pasien, sementara untuk manajemen keuangan belum dikembangkan, padahal semuanya akan memudahkan berbagai pihak, baik pihak internal rumah sakit sendiri maupun pihak eksternal.

Kemudian, aplikasi yang mengintegrasikan sistem informasi antara pengguna anggaran, pejabat penatausahaan keuangan, pejabat pelaksana teknis kegiatan dan bendahara pengeluaran akan menjamin keamanan data keuangan, meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran, transparan, dan akuntabel.

Maka, lanjutnya lagi, agar sistem informasi manajemen keuangan bisa dikelola secara optimal, rumah sakit harus membuat aplikasi keuangan sesuai standar yang diinginkan dan sesuai regulasi, sehingga memerlukan perencanaan yang matang (tidak dilepaskan begitu saja pada pihak ketiga untuk pembuatan aplikasi), semua pengguna laporan keuangan diberikan pelatihan tentang keuangan, melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan, serta penguatan komitmen dari semua pengguna untuk memanfaatkan fasilitas guna meningkatkan mutu keuangan rumah sakit.

"Aplikasi ini dibuat dengan arsitektur sedemikian rupa sehingga transaksi keuangan tidak bisa terjadi apabila berkas yang dibutuhkan belum diupload secara sempurna. Rumah sakit sebagai perusahaan yang ingin mengembangkan bisnisnya untuk kelancaran pelayanan sosialnya, hendaknya menggunakan aplikasi ini secara optimal," imbuhnya lagi.

Kemudian kata dia, apabila rumah sakit telah menerapkan aplikasi informasi dan manajemen keuangan secara optimal, insyaAllah rumah sakit akan mendapatkan opini audit wajar tanpa pengecualian (WTP) atau unqualified opinion, artinya Laporan Keuangan (LK) telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan (neraca), hasil usaha atau Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Arus Kas, sesuai dengan prinsip akuntansi yg berlaku umum.

Menurutnya, opini WTP diberikan oleh pemeriksa apabila, tidak ada pembatasan lingkup pemeriksaan sehingga semua prosedur pemeriksaan yang dipandang perlu  dapat diterapkan oleh pemeriksa untuk meyakini kewajaran laporan keuangan, atau ada pembatasan lingkup pemeriksaan tetapi tidak material dan dapat diatasi dengan prosedur pemeriksaan alternatif.

Seperti, katanya, tidak ada tekanan dari pihak lain kepada pemeriksa. Tidak terdapat penyimpangan terhadap standar akuntansi atau terdapat penyimpangan dari standar akuntansi tetapi tidak material. Kerumitan permasalahan rumah sakit hendaknya menjadi perhatian bagi para pimpinan rumah sakit untuk menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit secara totalitas baik dari segi kegiatan pelayanan utama (front office) maupun kegiatan administratif (back office).

"Sangat diharapkan juga pemerintah memberi dukungan untuk rumah sakit dalam mengembangkan sistem informasi manajemennya guna mewujudkan pengelolaan data dan informasi yang baik sehingga terwujud pembangunan kesehatan yang baik," tutupnya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 20:12 WIB
Deklarator Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR), Sahat Martin Philip Sinurat menegaskan bahwa sesungguhnya koalisi Jokowi adalah rakyat Indonesia.
News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 18:45 WIB
Penasihat Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, Muhammad Qodari menyinggung usulan elite politik terkait wacana penundaan Pemilu 2024.
News
Fernandho Pasaribu - 25 June 2022 | 18:02 WIB
Penasihat Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, M Qodari menegaskan bahwa gerakan mendukung Presiden Joko Widodo menjabat tiga periode tak mati.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 13:07 WIB
Kontingen cabang olahraga pencak silat Kabupaten Abdya Provinsi Aceh berhasil meraih satu mendali Perak dan dua perunggu.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:58 WIB
Kades Mataie, Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya Provinsi Aceh, Junaidi Idrus mengajak seluruh warganya untuk terus menerapkan pola hidup sehat.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:23 WIB
Kebakaran yang terjadi di ruangan Kabag Ops Polresta Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga akibat arus pendek listrik.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 12:08 WIB
Ruangan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Mamuju, Sulawesi Barat, terbakar.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 11:56 WIB
Yaqut Cholil Qoumas mengaku bakal memanggil GP Ansor Pengurus Wilayah (PW) DKI Jakarta.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 11:41 WIB
Nayeon Twice resmi meluncurkan mini album debut solonya yang bertajuk Im Nayeon, pada Jumat, 24 Juni 2022.
News
Eno Dimedjo - 25 June 2022 | 10:45 WIB
DKI Jakarta menyediakan 100 unit bus gratis untuk mengantarkan masyarakat menuju lokasi perayaan malam puncak Jakarta Hajatan ke-495.
Loading ...