News

Siantar PPKM Level 4, Pemerintah Kota dan Warganya Tak Peduli

Siantar PPKM Level 4, Pemerintah Kota dan Warganya Tak Peduli
Kedai Kopi Kok Tong ramai dikunjungi meski Siantar PPKM level 4. Menurut Inmendagri No. 31 tahun 2021 seharusnya tempat ini hanya melayani take away dan tidak diperbolehkan melayani makan atau minum di tempat. Foto diambil Rabu, 11 Agustus 2021. (Foto: Kureta/Fetra Tumanggor)

Pematangsiantar - Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, namun pantauan Kureta sepanjang Rabu, 11 Agustus 2021, mobilitas masyarakat tampaknya tak berkurang. 

Di Jalan Kartini, terlihat masih sangat ramai. Sejak pagi sampai sore jalanan macet. Warung makan, cafe, dan kedai kopi tampak ramai dikunjungi warga. Sama sekali tak terlihat ada pembatasan jarak. Yang ironis, sebagian pengunjung tampak tak menggunakan masker. Pengunjung yang datang pun tak cuci tangan meski pemilik menyediakan tempat cuci tangan. 

Hal yang sama terlihat di Kedai Kopi Kok Tong Jl. Cipto. Dari pagi sampai sore ramai dikunjungi warga untuk minum dan nongkrong tanpa ada pembatasan jarak. Padahal, menurut Instruksi Mendagri Nomor 31 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, seharusnya kedai kopi skala sedang dan besar seperti Kok Tong tak boleh menerima makan dan minum di tempat. Hanya boleh menerima take away atau bawa pulang. 

Baca juga:

Yang paling menyedihkan adalah Lapangan Merdeka atau yang dikenal sebagai Taman Bunga. Ribuan warga tumpah ruah di sana menjelang sore hari, terutama orang tua yang membawa anak kecil bermain odong-odong dan permainan lain di tempat itu. Dalam Instruksi Mendagri Nomor 31 Tahun 2021, selama PPKM seharusnya tempat ini ditutup dan tak boleh ada aktifitas. 

SiantarWarga masih memenuhi Lapangan Merdeka atau Taman Bunga, termasuk anak-anak. Padahal menurut Instruksi Mendagri No. 31 tahun 2021 mengenai PPKM Level 4 seharusnya tempat ini ditutup dari aktifitas warga. Foto diambil Rabu, 11 Agustus 2021. (Foto: Kureta/Fetra Tumanggor)

Yang lebih ironis terjadi di depan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Di depan kantor ini dibuka arena permainan anak-anak dan ramai dikunjungi. Padahal Satpol PP seharusnya menjadi penegak peraturan namun di depan kantor sendiri tak ada tindakan. 

Tampaknya tak ada kebijakan langsung yang dilakukan Pemerintah Kota Pematangsiantar merespons PPKM level 4 ini. Tak ada sosialisasi dan penertiban yang dilakukan, kecuali pihak kepolisian yang melakukan monitoring ke beberapa tempat pada Rabu, 11 Agustus 2021. Yang menyedihkan, setelah pihak kepolisian memberikan arahan ke pengelola tempat dan pengunjung, seperti di Kedai Kopi Kok Tong, hanya berselang beberapa menit setelah kepergian polisi, tempat itu kembali ramai. Aktifitas kembali seperti semula, tanpa protokol kesehatan

Fernando Siahaan, seorang warga Siantar, mengatakan masyarakat Siantar sulit untuk diajak disiplin menerapkan protokol kesehatan meski sudah tahu bahwa Siantar masuk dalam PPKM level 4.

Baca juga:

"Itulah karakter masyarakat di sini meski sudah tahu Siantar level 4 dan tahu bahwa banyak yang terpapar dan meninggal. Rumah sakit pun sudah penuh, semua sudah tahu itu tapi ya tetap saja nggak peduli. Lihat saja masih banyak yang nongkrong di kedai kopi seperti tak ada Covid ini," ujarnya.

SiantarMeski Siantar PPKM level 4 namun tampaknya mobilitas warga tak berkurang seperti terlihat di Jl. Kartini, Pematangsiantar. Foto diambil Rabu, 11 Agustus 2021. (Foto: Kureta/Fetra Tumanggor).

Ia menambahkan Pemerintah Kota Siantar pun sejauh ini sama sekali tak ada inisiatif melakukan sosialisasi atau tindakan kepada yang melanggar, semua cuek dan tidak peduli.

"Pada akhirnya semua kembali pada kesadaran masing-masinglah mau sadar mau gak," katanya.

Kepala Satpol PP Pematangsiantar Robert Samosir saat dikonfirmasi Kureta mengatakan untuk tempat umum, Satpol PP tetap melakukan patroli dan imbauan. "Dan kepada pengusaha akan disampaikan surat edaran wali kota terkait ketentuan PPKM Level 4," katanya. 

Mengenai tempat permainan yang berada persis depan Kantor Satpol PP, Robert mengatakan kemarin malam sudah disampaikan edaran kepada pedagang yang ada di depan kantor Satpol PP dan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar.

SiantarWarga masih beraktifitas di Lapangan Adam Malik meski Siantar diberlakukan PPKM level 4. Menurut Instruksi Mendagri No. 31 tahun 2021 mengenai PPKM Level 4 seharusnya tempat ini ditutup dari aktifitas warga. Foto diambil Rabu, 11 Agustus 2021.  (Foto: Kureta/Fetra Tumanggor)

Soal sanksi yang akan diterapkan jika pengusaha masih membandel, Robert mengatakan tim penegakan hukum dan pendisiplinan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat dihubungi melalui layanan pesan WhatsApp, tak menjawab konfirmasi yang dilakukan Kureta. Pesan yang dikirim Kureta justru dijawab istrinya, "maaf suami saya lagi tidak pegang HP." []



Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...