Alur

Singgah di Aceh Barat Daya, Makin Afdal Kalau Sambangi Masjid Termegahnya

Singgah di Aceh Barat Daya, Makin Afdal Kalau Sambangi Masjid Termegahnya
Penampakan Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Foto: Kureta/Istimewa

Aceh Barat Daya - Apabila sedang bepergian dan melewati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, jangan lupa singgah sejenak, untuk beribadah, bisa juga rehat sambil menyaksikan keindahan ornamen Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG), yang menjadi rumah ibadah kebanggaan masyarakat setempat.

Jika melihat masjid ini, sekilas memang menyerupai masjid-masjid megah di Arab Saudi. Masjid Agung Baitul Ghafur, dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektare (ha) di Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, Abdya. 

Bagi kamu yang berniat singgah di masjid ini, bisa menggunakan motor, mobil ataupun kendaraan lainnya. Sebab, pekarangan masjid memang cukup luas, bisa menampung banyak kendaraan. Hal teristimewanya lagi, tidak ada pungutan biaya parkir kok.

Baca jugaPBNU: Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang Bertentangan dengan Islam

Selain itu, pengunjung juga tidak perlu khawatir mengenai keamanan kendaraan saat ingin tenang beribadah di dalam masjid, karena lokasi ini sudah dijaga pihak keamanan yang bertugas sepanjang waktu.

Lokasi Masjid Agung Baitul Ghafur terletak di pinggir jalan kabupaten. Jika beranjak dari pusat kota kabupaten Blangpidie, jarak tempuhnya cukup singkat, hanya pada kisaran tiga menit saja.

Sangat penting diketahui, Masjid Agung Baitul Ghafur termasuk tidak pernah sepi dari kedatangan pengunjung, baik untuk beribadah, rehat, hingga aktivitas keagamaan sering berlangsung di dalamnya. 

Masjid AcehPenampakan Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). (foto: Kureta/istimewa).

Selain beribadah, banyak juga pengunjung sengaja datang untuk sekadar bersantai kala sore hari. Terlebih, di halaman depan masjid, saat sore dan malam hari akan hidup air mancur yang dapat menambah keindahan pesona masjid ini.

Saleh Amin, warga Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, saat ditemui Kureta di lokasi masjid, mengaku kerap singgah di masjid ini ketika melintasi Abdya menuju Ibu Kota Banda Aceh. Selain untuk melepas penat, transit di Masjid Agung ia lakukan untuk melaksanakan salat sunat dan menunaikan salat wajib berjamaah tatkala azan telah berkumandang.

Baca jugaMasjid Ahmadiyah Dirusak, Maruf Amin: Tidak Boleh Lakukan Penyerangan

"Tidak lengkap rasanya jika tidak mampir. Setelah dua jam berkendaraan dari Aceh Selatan, tentu badan sudah lelah dan pasti saya mampir di sini (masjid)," kata Saleh Amin di Aceh Barat Daya, Minggu, 19 September 2021.

Dia berujar, setelah melaksanakan kewajiban salat, nuansa masjid yang begitu indah justru membuatnya kerap lupa waktu, sehingga tidak terasa sudah berada 1-2 jam lamanya, merasa aman dan nyaman di area masjid. Indah dan faktor kenyamanan masjid, membuat pria yang berprofesi sebagai pedagang di Banda Aceh ini betah berlama-lama di sana.

"Kadang saya pergi sama keluarga, kadang sendiri. Saya kerja di Banda Aceh kalau asli di Aceh Selatan," ucapnya.

Terpisah, Kureta kemudian bertemu dengan warga setempat bernama Tuti Lestari di pekarangan masjid. Saat itu, perempuan ini membawa dua buah hatinya. 

Dua anak bocah yang dibawa Tuti terlihat lincah, mereka amat girang melompat-lompat, berlari kesana-kemari tiada lelahnya sambil bercanda di lantai halaman masjid.

Tuti pun mengaku sering membawa anaknya bersantai saat sore hari di Masjid Agung. Indahnya masjid, kata dia, menjadi penarik untuk bersantai dengan si buah hati sembari menunggu datangnya waktu Magrib. 

Selain itu, faktor kebersihan masjid juga menjadi alasan mengapa ia rela betah berlama-lama di sini.

"Sering kami ke sini, kadang sama suami dan anak-anak. Masjidnya sangat indah, tentu membuat kita semakin betah," katanya dengan tersenyum.

Masjid AcehPenampakan Masjid Agung di Abdya dilihat dari dalam. Foto:Kureta/Istimewa

Sejarah singkat Masjid Agung Baitul Ghafur

Bagi masyarakat Abdya, tentu sudah tahu bahwa Masjid Agung Baitul Ghafur ini punya sejarah panjang, tidak terkecuali bagi Bupati Abdya Akmal Ibrahim. 

Memang, pembangunan masjid ini sempat terhenti selama 6 tahun, kala masa jabatan Bupati habis saat itu. Bupati Abdya berikutnya pun tidak dapat melanjutkan pembangunan masjid ini dengan alasan banyak kendala.

Namun, kembali maju pada periode selanjutnya atau di Pilkada untuk masa jabatan Bupati-Wakil Bupati Abdya tahun 2017-2022, Akmal Ibrahim kembali terpilih didampingi Muslizar MT sebagai wakilnya. 

Tahun awal pasangan itu menjabat sebagai pemimpin pemerintahan di Abdya, pembangunan masjid ini dijadikan prioritas, hingga dapat diresmikan pada 11 Februari 2020 lalu.

Dua lantai dan ada kantor agama

Selain menjadi tempat beribadah, di masjid setinggi dua lantai ini terdapat Kantor Urusan Agama (KUA), Dinas Syariat Islam (DSI), Kantor Baitul Mal, dan kantor Bank Gala di lantai dasar masjid. Namun, aktivitas perkantor dipastikan bakal terhenti sejenak jika sudah berkumandang azan.

Di lantai bawah ini, juga kerap digunakan warga yang berbuka puasa (saat bulan Ramadan), mengelar sejumlah kegiatan-kegiatan keagamaan, dan tempat rapat bagi remaja masjid.

Jadi lokasi menikah

Masjid AbdyaPasangan suami istri mengabadikan momen setelah melangsungkan ijab kabul di Masjid Agung. (foto: Kureta/Syamsurizal).

Kemewahan dan kemegahan masjid nyatanya juga berhasil memikat banyak pasangan suami istri (pasutri) untuk melakukan kegiatan sakral ijab kabul di Masjid Agung Baitul Ghafur.

Beberapa waktu lalu, Kureta pernah bertemu dan berbincang dengan Kepala KUA Kecamatan Blangpidie. Pihaknya mencatat, sangat banyak pasutri yang memilih melangsungkan kegiatan sakralnya di masjid ini. 

Uniknya, bukan saja warga setempat. Namun, warga dari luar Kabupaten Abdya juga sangat sering memilih melangsungkan ijab kabul di Masjid Agung Baitul Ghafur. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 23:04 WIB
Komisaris Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT. Mon Jambee, H. Subarni, menjamin tidak akan ada permainan harga beli sawit.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:29 WIB
Musisi Fariz RM menyapa penggemarnya di tengah pandemi Covid-19 lewat konser musik bertajuk Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:14 WIB
Akmal Ibrahim terlihat semringah sepanjang kegiatan peresmian PKS di Abdya.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:46 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati menyambut baik instruksi Presiden Jokowi menindak tegas perusahaan pinjol.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:12 WIB
Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta OJK menghapus pemberian akses IMEI kepada perusahaan pinjaman online.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:55 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga non PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akan disanksi apabila tak mau divaksin.
News
Fahzian Aldevan - 16 October 2021 | 17:48 WIB
Mantan ajudan Terdakwa Nurdin Abdullah mengaku uang 200.000 dolar Singapura dari kontraktor diterima langsung Nurdin
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:43 WIB
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata memiliki total kekayaan Rp38,4 miliar.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 14:41 WIB
Sebanyak sebelas siswa MTs Harapan Baru ditemukan dalam keadaan tewas usai hanyut di Sungai Cileueur Leuwi.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 14:29 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama lima orang lainnya
Loading ...