Netizen

Slank Dihujat karena Akrab dengan Jokowi dan Bungkam Saat KPK Sekarat

Slank Dihujat karena Akrab dengan Jokowi dan Bungkam Saat KPK Sekarat
Slank dihujat karena akrab dengan Presiden Jokowi dan membisu saat KPK sekarat. (foto: pinterpolitik).

Jakarta - Slank tiba-tiba saja mencuri perhatian di jagat sosial media lantaran dihujani hujatan oleh warganet. Tagar #SlankPenipu pun menggema di Twitter. Grup musik yang dimotori Bimbim dan Kaka disebut-sebut oleh netizen, tak lantang lagi membela Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena punya faktor kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Seperti diketahui, Ketua KPK Firli Bahuri telah menandatangani Surat Keputusan soal 75 pegawai lembaga antirasuah, termasuk Novel Baswedan, tidak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka pengalihan pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Idealisme Slank yang katanya membela KPK dalam memberantas korupsi cuma kayak Tong Kosong Nyaring Bunyinya.

Dinonaktifkannya Novel Baswedan beserta 74 pegawai KPK oleh Komjen Pol. Firli Bahuri menjadi isu panas, kerap diperbincangkan dalam beberapa waktu belakangan ini. Tidak sedikit yang berpandangan, KPK kian lemah usai diganjar dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. 

Baca juga: Israel Membabibuta, Fahri Desak Jokowi Hentikan Agresi

Salah satu imbas dibonusi UU terbaru, KPK tidak kunjung menangkap Harun Masiku, yang hingga kini masih buron. Eks politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu terbukti menyuap Komisioner KPU, untuk duduki kursi DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Banyak yang melihat pemberantasan korupsi era Firli Bahuri tidak segarang dulu. Begitu juga dengan Slank, hingga kini masih eksis namun liriknya tak lagi kritis.

Warganet akun @kafiradikalis menilai, trending-nya #SlankPenipu di Twitter disebabkan Bimbim Cs memang vokal mendukung KPK saat rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Slank pernah membela komisi antirasuah ketika ramai kasus cicak vs buaya yang diasosiakan KPK melawan Kepolisian.

Namun, begitu Jokowi melanjutkan estafet kepemimpinan menjadi Presiden RI ke-7, Slank justru disoroti sebagai 'timses' mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Tercatat, Slank sempat juga terlibat di dalam konser musik, menjagokan Jokowi untuk memenangkan pemilihan presiden. Lama kelamaan, hal itu dipandang dan disayangkan oleh banyak pihak, menyebabkan sikap kritis Slank 'menumpul', kekinian lebih cenderung pro ke penguasa dan berpolitik praktis.

"Tapi kini ketika rezim @jokowi berkuasa (yang didukung Slank) bikin KPK sekarat eh Slank malah bela penguasa," cuitnya dilihat Kureta, Kamis, 13 Mei 2021.

Baca juga: Polisi Israel Geruduk Warga Palestina, Jokowi: Tidak Boleh Diabaikan!

Selain itu, akun @BadutPolitikus juga menyindir telak Slank, yang dipandangnya bak menghilang ditelan bumi. Sebab, saat 75 pegawai KPK dinonaktifkan lantaran tidak lulus TWK, Bimbim, pentolan band tersebut malah terkesan bungkam.

Diketahui, Bimbim belum bicara menyoal kondisi politik di Tanah Air. Utamanya yang menyangkut isu korupsi dan 'pelemahan' KPK, hingga menyentuh babak penyeleksian pegawai KPK menjadi ASN pun, tak kunjung disinggung oleh penabuh drum yang dahulunya dikenal sangat vokal dan jago menuliskan lirik perihal realitas sosial dalam negeri.

"Idealisme Slank yang katanya membela KPK dalam memberantas korupsi cuma kayak Tong Kosong Nyaring Bunyinya," kicaunya.

Sementara cuitan warganet yang lain tak kalah pedas, "#SlankPenipu makin tua makin ancur," cuit @zainokrana.

"It's all about politics...#SlankPenipu," kata @AndreIshlah.

"Sebelum Era @Jokowi Band satu ini sangat getol membela @KPK_RI, sekarang setelah diendorse Istana mendadak jadi 'Pro Koruptor'," demikian tudingan dari @LoveOfSpeechz, yang me-mention akun official Slank, Kaka, dan Ivanka. 

Hingga berita ini ditulis, Tagar #SlankPenipu setidaknya sudah dibicarakan 10.800 kali oleh warganet. Mayoritas dari mereka nampak kecewa berat dengan sikap Slank yang emoh bicarakan kondisi terkini KPK. 

Seperti diketahui, Slank memang sempat tampil di depan Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada 13 Juli 2017. Konser musik saat itu dilakukan untuk memberikan dukungan kepada KPK dalam menangkap dan menghukum koruptor. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 21:46 WIB
Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Reo dijebloskan ke penjara karena korupsi dana BOS.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 17:29 WIB
Chief Operating Officer (COO) Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) Mohammad Ikhsan menyatakan era pendidikan yang dinamis saat pandemi.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 16:04 WIB
Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali memanas seiring mendekati Rabu Pon 8 Desember mendatang ini calon Jaksa Agung pengganti ST Burhanuddin
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, saat jadi pimpinan KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 3 December 2021 | 15:18 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sentil Kapolda dan Kapolres sowan ke sesepuh ormas yang buat keributan. Berikut berita secepatnya.
Opini
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 15:07 WIB
Memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan kuat adalah dambaan setiap orang.
News
Fahzian Aldevan - 3 December 2021 | 12:47 WIB
Pemda Manggarai gandeng Kejari Cabang Reo sosialisasi penggunaan dana BOS
News
Fetra Tumanggor - 3 December 2021 | 12:35 WIB
Obat Sotrovimab disebut ampuh melawan virus corona, termasuk varian Omicron. Lalu apa itu sotrovimab?
Loading ...