News

Tuding Mantan Istri Cemburu. LBH Makassar: Ayah Perkosa Anaknya di Lutim Sebar Hoax

Tuding Mantan Istri Cemburu. LBH Makassar: Ayah Perkosa Anaknya di Lutim Sebar Hoax
Ilustrasi pelecehan seksual. (foto: http://www.visionerbima.com/)

Makassar - Tudingan S, ayah tiga bocah di Luwu Timur yang menyebutkan mantan istrinya cemburu hingga melaporkan kasus ini ke polisi. Ditanggapi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Menurut anggota tim koalisi penasihat hukum ibu 3 anak terduga korban pemerkosaan ayah kandung dari LBH Makassar, Rosmiati Sain mengatakan, S telah menyebarkan hoax soal kejiwaan ibu bocah tersebut.

Rosmiati menambahkan, seharusnya S tidak berbicara terkait kondisi kejiwaan mantan istrinya tanpa adanya bukti hasil pemeriksaan kejiwaan dari ahli.

Baca juga: Hentikan Kasus Dugaan Perkosaan, Penyidik Polres Luwu Timur Diperiksa Mabes Polri

"Kalau misalnya ada pihak yang menyampaikan hal seperti ibu korban pemerkosaan 3 anak cemburu, penting bertanya informasi itu dari mana, saya pasti bertanya apa dasarnya dia mengatakan seperti itu?," ujar Rosmiati dalam keterangannya kepada wartawan di Makassar, Selasa 12 Oktober 2021 lalu.

"Karena kita tidak boleh mencap begitu saja tanpa ada hasil pemeriksaan. Kalau tidak ada bukti atau (hasil) medis mengatakan (demikian), pasti itu adalah hoax, tanpa ada dokumen," sambung Rosmiati.

Ibu tiga anak tersebut kata Rosmiati merupakan perempuan yang rentan ketika berhadapan dengan hukum.

Dalam banyak kasus yang dihadapi pihaknya, perempuan yang melaporkan kasus serupa ke hukum memang kerap dianggap memiliki kelainan jiwa.

"Perempuan di sini konteksnya dia sebagai kelompok rentan, perempuan yang mewakili anaknya. Jadi ketika ada perempuan yang melaporkan suaminya yang diduga pelaku, pasti dia akan dituding mengalami kelainan, termasuk kelainan kejiwaan, sering sekali kami dapatkan sebagai tim hukum dengan kasus yang berbeda," ungkapnya.

Baca juga: Ayah Perkosa Anaknya di Luwu Timur Mengaku Difitnah

Dia melanjutkan, perempuan yang berhadapan dengan hukum seperti ibu 3 anak terduga korban pemerkosaan oleh ayahnya di Lutim memang kerap mengalami kondisi psikologis yang berbeda.

Dia pun kembali menegaskan, yang bisa menentukan seseorang mengalami gangguan kejiwaan ialah orang yang memang ahli di bidangnya.

"Terus terang, ketika ada perempuan berhadapan hukum, taruhlah dia korban, saksi, atau pelaku, kejadian itu sering dituding kelainan jiwa. Tapi, ketika perempuan, misalnya, mengalami tekanan kejiwaan dan dia sebagai tersangka, pasti tidak dikeluarkan informasi dugaan kelainan jiwa," jelasnya. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Andi Nasution - 17 January 2022 | 20:04 WIB
Pemko Medan saat ini memiliki 20 ribuan dosis vaksin lanjutan (booster) yang akan diprioritaskan kepada lansia yang sudah dua kali disuntik vaksin.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:50 WIB
Kapolrestabes Medan Kombes Polisi Riko Sunarko beserta pejabat Polrestabes Medan lainnya terancam mendapat sanksi tegas jika terima suap narkoba.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:38 WIB
Jokowi menyempatkan diri untuk berbincang-bincang bersama para pedagang pasar yang mendapatkan bantuan.
News
Rio Anthony - 17 January 2022 | 18:34 WIB
Dua perampok rumah warga berinisial ZN dan IJF di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditangkap polisi.
News
Yohanes Charles - 17 January 2022 | 18:25 WIB
Terkait dengan pemberangkatan jamaah haji dari Kabupaten Cirebon, Imron mengaku masih menunggu keputusan dari pusat.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkemungkinan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) ke Wali Kota Bekasi Pepen.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 18:17 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengatakan 11 konflik besar yang terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa karena ketidakadilan.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:56 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menanggapi pelaporan yang dilakukan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun terhadapnya ke KPK.
News
Morteza Syariati Albanna - 17 January 2022 | 17:43 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk meniadakan daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia ditengah Omicron merajalela
News
Fernandho Pasaribu - 17 January 2022 | 17:41 WIB
BNN RI berhasil mengungkap kasus kejahatan narkotika dengan barang bukti sabu jaringan Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Riau.
Loading ...