News

Ustaz Adi Hidayat Sebut Kapiten Pattimura Diganti Namanya Jadi Thomas Matulessy, Padahal Ahmad Lussy

Ustaz Adi Hidayat Sebut Kapiten Pattimura Diganti Namanya Jadi Thomas Matulessy, Padahal Ahmad Lussy
Ustaz Adi Hidayat. (foto: ist).

Jakarta - Viral video ustaz Adi Hidayat tengah berdakwah di depan umat menyoal nama asli Kapiten Pattimura bukan Thomas Matulessy, melainkan Ahmad Lussy. Adapun wajah Kapiten Pattimura terabadikan dalam uang kertas pecahan Rp 1.000.

Video Adi Hidayat diviralkan netizen akun Twitter @yaniarsim, yang menuliskan narasi "Islamphobia sudah ada sejak zaman penjajahan. Membelokkan sejarah seorang pejuang muslim Ahmad Lussy dengan nama Thomas Matulesy," dikutip Kureta, Selasa, 5 Juli 2022. 

Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik itu ustaz Adi Hidayat menyinggung banyak pihak tak menyadari kalau Kapiten Pattimura adalah seorang muslim. UAH, sapaannya, mengaku sudah mencari tahu kebenaran akan hal tersebut setelah berdiskusi dengan sejarawan.

"Lihat baik-baik banyak orang menyebut Thomas Matulessy, kami berusaha mencari lihat tanya pakar sejarah dikumpulkan Allahuakbar. Ternyata nama aslinya Kapiten Pattimura itu bukan Thomas tapi Ahmad Lussy. Bukan Thomas Mattulessy, tapi Ahmad Lussy," kata UAH dikutip dari video viral itu.

Ustaz Adi pun mempertanyakan kepada pihak-pihak yang berupaya mengaburkan sejarah Indonesia, berimbas pada anak cucu bangsa ini tidak paham tentang para pejuangnya di masa lalu.

Bagi UAH, Ahmad Lussy atau Kapiten Pattimura adalah seorang pejuang, kiai, sekaligus pemimpin pondok pesantren. Namun, dia menyayangkan ada saja pihak yang mempermainkan sejarah lokal.

"Beliau arahkan anak-anak santrinya untuk berjuang menegakkan kebenaran di bumi pertiwi ini," katanya.

"Makanya Ahmad Lussy tiba-tiba berubah menjadi Thomas. Saya mau katakan bahwa kalau disebutkan Thomas orang tidak ingat bahwa orang ini dekat dengan Allah SWT, berasal dari pesantren, makanya dibuang nama-nama itu persis seperti orang barat dulu pernah melakukannya," ujar dia lagi.

Menurutnya ini hanya-lah satu contoh tokoh muslim dikaburkan nama Islamnya di dalam sejarah. Sementara contoh lainnya Ibnu Sina diganti menjadi Avicenna, Ibnu Rusyd diganti jadi Averroes.

"Diganti nama-namanya supaya generasi berikutnya tidak ingat bahwa ada orang-orang yang ketika mewujudkan kemerdekaan mereka malamnya tahajud, siangnya puasa, bergerilya dan sebagainya," kata Ustaz Adi Hidayat. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Fernandho Pasaribu - 7 February 2023 | 18:05 WIB
Gempa bumi Magnitudo (M) 7,8 yang melanda Turki dan Suriah mengundang duka cita dari berbagai penjuru dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 11:24 WIB
Berikut lirik lengkap single Manusia Putus Asa milik Ayuenstar.
News
Eno Dimedjo - 7 February 2023 | 7:15 WIB
Penyanyi solo Marion Jola kembali merilis single terbarunya yang berjudul Bukan Manusia.
Loading ...