News

Video Polisi Banting Mahasiswa Viral, Kapolresta Tangerang Minta Maaf

Video Polisi Banting Mahasiswa Viral, Kapolresta Tangerang Minta Maaf
Ilustrasi kekerasan polisi. (Foto: Pixabay)

Jakarta - Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas tindak kekerasan anggota polisi yang terekam membanting seorang mahasiswa peserta aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

"Polda Banten dan saya atas nama Kapolresta Tangerang meminta maaf kepada korban MFA (20) yang mengalami kekerasan oleh oknum pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang," kata Wahyu Sri Bintoro, dikutip Kureta pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Wahyu menuturkan, mahasiswa berinisial MFA sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit (RS) Harapan Mulia. Hasilnya, secara fisik dinyatakan baik dan sudah dalam kondisi sadar secara penuh.

"Kita juga sudah memberikan obat atau vitamin untuk MFA, hanya saja untuk rontgen secara lengkap hasilnya akan diambil besok," ujar dia.

PolisiPolisi banting mahasiswa di Tangerang sampai pingsan. (foto: infomassa).

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menampakkan seorang mahasiswa pedemonstran di Tigaraksa, Tangerang, lehernya dipiting oleh aparat kepolisian, kemudian badannya dibanting ke trotoar, berdar di lini masa media sosial dan viral.

Nampak jelas mahasiswa berambut gondrong ini ditarik oleh aparat yang menggunakan rompi hitam bertuliskan 'Polisi', dari kejadian huru-hara saat mendemo Kantor Pemerintahan Kabupaten Tangerang, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.

Pria yang memakai almamater biru itu, lehernya dipiting paksa oleh aparat polisi, kemudian badannya diangkat menggunakan dengkul, hingga dihempaskan di trotoar.

Setelah dibanting, nampak ada pria berbaju pink menghampiri aparat, coba tuk meredam emosi. Sementara di sisi bersamaan, mahasiswa yang dibanting aparat itu sudah dalam kondisi tergeletak tidak sadarkan diri. []

Berita Terbaru

Berita Lainnya

News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 23:04 WIB
Komisaris Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik PT. Mon Jambee, H. Subarni, menjamin tidak akan ada permainan harga beli sawit.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:29 WIB
Musisi Fariz RM menyapa penggemarnya di tengah pandemi Covid-19 lewat konser musik bertajuk Sound From Dehills an Intimate Concert of Fariz RM.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 20:14 WIB
Akmal Ibrahim terlihat semringah sepanjang kegiatan peresmian PKS di Abdya.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:46 WIB
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati menyambut baik instruksi Presiden Jokowi menindak tegas perusahaan pinjol.
News
Fernandho Pasaribu - 16 October 2021 | 19:12 WIB
Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta OJK menghapus pemberian akses IMEI kepada perusahaan pinjaman online.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:55 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga non PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akan disanksi apabila tak mau divaksin.
News
Fahzian Aldevan - 16 October 2021 | 17:48 WIB
Mantan ajudan Terdakwa Nurdin Abdullah mengaku uang 200.000 dolar Singapura dari kontraktor diterima langsung Nurdin
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 17:43 WIB
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata memiliki total kekayaan Rp38,4 miliar.
News
Eno Dimedjo - 16 October 2021 | 14:41 WIB
Sebanyak sebelas siswa MTs Harapan Baru ditemukan dalam keadaan tewas usai hanyut di Sungai Cileueur Leuwi.
News
Morteza Syariati Albanna - 16 October 2021 | 14:29 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama lima orang lainnya
Loading ...